Tafsir Quran Surah ke-39 Az-Zumar
Tafsir Quran Surah ke-39 Az-Zumar (Rombongan-rombongan) jumlah ayat 75 ayah Terjemah Tafsir Jalalain Jalaluddin Al-Mahalli Al-Suyuti.
Tafsir Quran Surah ke-39 Az-Zumar (Rombongan-rombongan) jumlah ayat 75 ayah
Nama kitab: Terjemah Tafsir Jalalain
Judul kitab asal: Tafsir Al-Jalalain (Tafsir oleh Dua Jalaluddin)
Nama mufassir:
1. Jalaluddin Al-Mahalli. (Lahir: 791 - 864 Hijriyah / Wafat: 1389 - 1459 Masehi)
Nama
lengkap: Jalaluddin, Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim
Al-Mahalli Al-Syafi'i (محمد بن أحمد بن محمد بن إبراهيم المحلي الشافعي)
2. Jalaluddin Al-Suyuti (Lahir: 3 Oktober 1445 M / 1 Rajab 849 H; wafat: 18 Oktober 1505 M / 19 Jumadi Ula 911 H)
Nama lengkap: Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Suyuti (جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي)
Penerjemah ke Bahasa Indonesia:
Bidang studi: Tafsir Al-Quran
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
{ تنزيل الكتاب } القرآن مبتدأ { من الله } خبره { العزيز } في ملكه { الحكيم } في صنعه
1.
(Turunnya Kitab ini) yakni Alquran; berkedudukan sebagai Mubtaba (dari
Allah) berkedudukan sebagai Khabar dari Mubtada (Yang Maha Perkasa) di
dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam tindakan-Nya.
{ إنا أنزلنا إليك } يا محمد { الكتاب بالحق } متعلق بأنزل { فاعبد الله مخلصا له الدين } من الشرك : أي موحدا له
2.
(Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu) hai Muhammad (Kitab Alquran
dengan membawa kebenaran) lafal Bilhaqqi berta'alluq kepada lafal
Anzalnaa. (Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya)
yakni dari kemusyrikan, maksudnya mentauhidkan-Nya.
{ ألا لله الدين الخالص } لا يستحقه غيره { والذين اتخذوا من دونه }
الأصنام { أولياء } وهم كفار مكة قالوا : { ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى
الله زلفى } قربى مصدر بمعنى تقريبا { إن الله يحكم بينهم } وبين المسلمين {
في ما هم فيه يختلفون } من أمر الدين فيدخل المؤمنين الجنة والكافرين
النار { إن الله لا يهدي من هو كاذب } في نسبه الولد إليه { كفار } بعبادته
غير الله
3.
(Ingatlah, hanya kepada Allahlah ketaatan yang murni itu) tiada seorang
pun yang berhak menerimanya selain-Nya. (Dan orang-orang yang mengambil
selain-Nya) yang mengambil berhala-berhala (sebagai pelindung) mereka
adalah orang-orang kafir Mekah yang mengatakan, ("Kami tidak menyembah
mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan
sedekat-dekatnya.") yakni untuk mendekatkan diri kami kepada-Nya. Lafal
Zulfaa adalah Mashdar yang maknanya sama dengan lafal
Taqriiban/mendekatkan diri. (Sesungguhnya Allah akan memutuskan di
antara mereka) dan kaum Muslimin (tentang apa yang mereka berselisih
padanya) tentang masalah agama, maka kelak orang-orang yang beriman akan
masuk surga dan orang-orang yang kafir akan masuk neraka. (Sesungguhnya
Allah tidak menunjuki orang yang pendusta) yaitu orang yang mengatakan
terhadap Allah, bahwa Dia mempunyai anak (lagi sangat ingkar) karena
menyembah kepada selain-Nya.
{ لو أراد الله أن يتخذ ولدا } كما قالوا : { اتخذ الرحمن ولدا } { لاصطفى
مما يخلق ما يشاء } واتخذه ولدا غير من قالوا من الملائكة بنات الله وعزير
ابن الله والمسيح ابن الله { سبحانه } تنزيها له عن اتخاذ الولد { هو الله
الواحد القهار } لخلقه
4.
(Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak) seperti apa yang mereka
katakan, yaitu sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Tuhan Yang
Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak..." (Q.S. Al-Anbiya, 26)
(tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara
ciptaan-ciptaan yang diciptakan-Nya) untuk dijadikan-Nya anak; bukan
seperti apa yang telah mereka katakan, bahwa para malaikat itu adalah
anak-anak perempuan Allah, Uzair itu putra Allah dan juga Al-Masih
adalah putra Allah (Maha Suci Allah) kalimat ini memahasucikan-Nya dari
mengambil anak (Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) semua
makhluk-Nya.
{ خلق السماوات والأرض بالحق } متعلق بخلق { يكور } يدخل { الليل على
النهار } فيزيد { ويكور النهار } يدخله { على الليل } فيزيد { وسخر الشمس
والقمر كل يجري } في فلكه { لأجل مسمى } ليوم القيامة { ألا هو العزيز }
الغالب على أمره المنتقم من أعدائه { الغفار } لأوليائه
5.
(Dia menciptakan langit dan bumi dengan -tujuan- yang benar) lafal
Bilhaqqi berta'alluq kepada lafal Khalaqa (Dia menutupkan) yakni
memasukkan (malam atas siang) sehingga waktu malam bertambah. (dan
menutupkan siang) memasukkannya (atas malam) sehingga waktu siang
bertambah (dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing
berjalan) pada garis edarnya (hingga waktu yang ditentukan) yakni hari
kiamat. (Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa) Yang Maha Menang atas semua
perkara-Nya dan Yang Maha Membalas terhadap musuh-musuh-Nya (lagi Maha
Pengampun) kepada kekasih-kekasih-Nya.
{ خلقكم من نفس واحدة } أي آدم { ثم جعل منها زوجها } حواء { وأنزل لكم من
الأنعام } الإبل والبقر والغنم الضأن والمعز { ثمانية أزواج } من كل زوجان
ذكر وأنثى كما بين في سورة الأنعام { يخلقكم في بطون أمهاتكم خلقا من بعد
خلق } أي نطفا ثم علقا ثم مضغا { في ظلمات ثلاث } هي ظلمة البطن وظلمة
الرحم وظلمة المشيمة { ذلكم الله ربكم له الملك لا إله إلا هو فأنى تصرفون }
عن عبادته إلى عبادة غيره
6.
(Dia menciptakan kalian dari seorang diri) yaitu dari Nabi Adam
(kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya) yaitu Siti Hawa (dan Dia
menurunkan untuk kalian binatang ternak) yakni unta, sapi, kambing,
domba dan biri-biri (sebanyak delapan ekor yang berpasang-pasangan)
yakni dari setiap jenis sepasang, yaitu jantan dan betina sebagaimana
yang telah dijelaskan dalam surah Al-An'am (Dia menjadikan kalian dalam
perut ibu kalian kejadian demi kejadian) yaitu mulai dari air mani,
kemudian menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging (dalam
tiga kegelapan) yaitu gelapnya perut, gelapnya rahim dan gelapnya
selaput pelindung bayi. (Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb
kalian, Rabb Yang mempunyai kerajaan; tidak ada Tuhan selain Dia, maka
bagaimanakah kalian dapat dipalingkan?) dari menyembah kepada-Nya,
kemudian kalian menyembah yang lain-Nya.
{ إن تكفروا فإن الله غني عنكم ولا يرضى لعباده الكفر } وإن أراده من
بعضهم { وإن تشكروا } الله فتؤمنوا { يرضه } بسكون الهاء وضمها مع إشباع
ودونه : أي الشكر { لكم ولا تزر } نفس { وازرة وزر } نفس { أخرى } أي لا
تحمله { ثم إلى ربكم مرجعكم فينبئكم بما كنتم تعملون إنه عليم بذات الصدور }
بما في القلوب
7.
(Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan kalian dan
Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-hamba-Nya) sekalipun ada di
antara hamba-hamba-Nya yang menghendakinya (dan jika kalian bersyukur)
kepada Allah, karenanya lalu kalian beriman (niscaya Dia meridai
tasyakur) dapat dibaca Yardhah atau Yardhahu, artinya Dia pasti meridai
tasyakur (kalian itu; dan tidaklah akan menanggung dosa) yakni seseorang
(yang telah berbuat dosa akan dosa) orang (yang lain) maksudnya,
seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Kemudian
kepada Rabb kalianlah kembali kalian lalu Dia memberitakan kepada kalian
apa yang telah kalian kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa
yang tersimpan dalam dada) dalam kalbu kalian.
{ وإذا مس الإنسان } أي الكافر { ضر دعا ربه } تضرع { منيبا } راجعا {
إليه ثم إذا خوله نعمة } أعطاه إنعاما { منه نسي } ترك { ما كان يدعو }
يتضرع { إليه من قبل } وهو الله فما في موضع من { وجعل لله أندادا } شركاء {
ليضل } بفتح الياء وضمها { عن سبيله } دين الإسلام { قل تمتع بكفرك قليلا }
بقية أجلك { إنك من أصحاب النار }
8.
(Dan apabila manusia itu ditimpa) yakni orang yang kafir (kemudaratan,
dia memohon -pertolongan- kepada Rabbnya) yakni merintih kepada-Nya
meminta pertolongan (dengan kembali) maksudnya, bertobat (kepada-Nya;
kemudian apabila Rabb memberikan nikmat kepadanya) Dia memberinya nikmat
(dari-Nya lupalah dia) artinya, dia meninggalkan (akan apa yang pernah
ia serukan) yaitu lupa akan rintihannya (kepada-Nya sebelum itu) lupa
kepada Allah. Lafal Maa di sini bermakna Man (dan dia mengada-adakan
sekutu-sekutu bagi Allah) tandingan-tandingan bagi-Nya (untuk
menyesatkan) manusia; lafal liyudhilla dapat dibaca liyadhilla (dari
jalan-Nya) dari agama Islam (Katakanlah, "Bersenang-senanglah dengan
kekafiranmu itu sementara waktu) selama sisa hidupmu (sesungguhnya kamu
termasuk penghuni neraka.")
{ أمن } بتخفيف الميم { هو قانت } قائم بوظائف الطاعات { آناء الليل }
ساعاته { ساجدا وقائما } في الصلاة { يحذر الآخرة } أي يخاف عذابها { ويرجو
رحمة } جنة { ربه } كمن هو عاص بالكفر أو غيره وفي قراءة أم من فأم بمعنى
بل والهمزة { قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون } أي لا يستويان
كما لا يستوي العالم والجاهل { إنما يتذكر } يتعظ { أولو الألباب } أصحاب
العقول
9.
(Apakah orang) dibaca Amman, dan dapat dibaca Aman (yang beribadah)
yang berdiri melakukan amal ketaatan, yakni shalat (di waktu-waktu
malam) di saat-saat malam hari (dengan sujud dan berdiri) dalam shalat
(sedangkan ia takut kepada hari akhirat) yakni takut akan azab pada hari
itu (dan mengharapkan rahmat) yakni surga (Rabbnya) apakah dia sama
dengan orang yang durhaka karena melakukan kekafiran atau
perbuatan-perbuatan dosa lainnya. Menurut qiraat yang lain lafal Amman
dibaca Am Man secara terpisah, dengan demikian berarti lafal Am bermakna
Bal atau Hamzah Istifham (Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yong
mengetahui dengan orang-orang yong tidak mengetahui?") tentu saja tidak,
perihalnya sama dengan perbedaan antara orang yang alim dan orang yang
jahil. (Sesungguhnya orang yang dapat menerima pelajaran) artinya, man
menerima nasihat (hanyalah orang-orang yang berakal) yakni orang-orang
yang mempunyai pikiran.
{ قل يا عباد الذين آمنوا اتقوا ربكم } أي عذابه بأن تطيعوه { للذين
أحسنوا في هذه الدنيا } بالطاعة { حسنة } هي الجنة { وأرض الله واسعة }
فهاجروا إليها من بين الكفار ومشاهدة المنكرات { إنما يوفى الصابرون } على
الطاعة وما يبتلون به { أجرهم بغير حساب } بغير مكيال ولا ميزان
10.
(Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kalian
kepada Rabb kalian") takutlah kalian akan azab-Nya, yaitu dengan jalan
menaati-Nya. (Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh)
melalui jalan ketaatan kepada Rabbnya (kebaikan) yakni surga. (Dan bumi
Allah itu adalah luas) maka hijrahlah ke negeri yang lain meninggalkan
orang-orang kafir demi menghindarkan diri dari menyaksikan hal-hal yang
mungkar. (Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan)
yang sabar di dalam menjalankan ketaatan dan sabar di dalam menahan
ujian yang menimpa diri mereka (pahala mereka tanpa batas) yakni tanpa
memakai neraca dan timbangan lagi.
{ قل إني أمرت أن أعبد الله مخلصا له الدين } من الشرك
11.
(Katakanlah sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya) dari perbuatan syirik.
{ وأمرت لأن } أي بأن { أكون أول المسلمين } من هذه الأمة
12. (Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri) dari kalangan umat ini.
{ قل إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم }
13. (Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Rabbku").
{ قل الله أعبد مخلصا له ديني } من الشرك
14.
(Katakanlah, "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya") dari perbuatan syirik atau menyekutukan Allah.
{ فاعبدوا ما شئتم من دونه } غيره فيه تهديد لهم وإيذان بأنهم لا يعبدون
الله تعالى { قل إن الخاسرين الذين خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة }
بتخليد الأنفس في النار وبعدم وصولهم إلى الحور المعدة لهم في الجنة لو
آمنوا { ألا ذلك هو الخسران المبين } البين
15.
(Maka sembahlah oleh kalian apa yang kalian kehendaki selain Dia)
selain-Nya. Di dalam ungkapan ayat ini terkandung makna ancaman bagi
orang-orang musyrik dan sekaligus sebagai pemberitahuan, bahwa mereka
tidak menyembah Allah
(Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang
merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat") karena
mereka akan menjadi penghuni neraka yang abadi, dan karena mereka tidak
memperoleh bidadari-bidadari yang disediakan buat mereka, jika mereka
beriman.- (Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata) jelas
sekali ruginya.
{ لهم من فوقهم ظلل } طباق { من النار ومن تحتهم ظلل } من النار { ذلك
يخوف الله به عباده } أي المؤمنين ليتقوه يدل عليه { يا عباد فاتقون }
16.
(Bagi mereka gumpalan-gumpalan di atas mereka) lapisan-lapisan (dari
api dan di bawah mereka pun gumpalan-gumpalan) lapisan-lapisan dari api.
(Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu) yakni
hamba-hamba-Nya yang beriman, supaya mereka bertakwa kepada-Nya;
pengertian ini disimpulkan dari firman selanjutnya, yaitu, (Maka
bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku).
{ والذين اجتنبوا الطاغوت } الأوثان { أن يعبدوها وأنابوا } أقبلوا { إلى الله لهم البشرى } بالجنة { فبشر عباد }
17.
(Dan orang-orang yang menjauhi thaghut) yakni berhala-berhala (yaitu
tidak menyembahnya dan kembali) menghadap (kepada Allah, bagi mereka
berita gembira) yaitu mendapatkan surga (sebab itu sampaikanlah berita
itu kepada hamba-hamba-Ku).
{ الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه } وهو ما فيه صلاحهم { أولئك الذين هداهم الله وأولئك هم أولو الألباب } أصحاب العقول
18.
(Yaitu, orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang
paling baik di antaranya) mengikuti sesuatu yang mengandung
kemaslahatan bagi mereka. (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi
Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal) yang
mempunyai pikiran.
{ أفمن حق عليه كلمة العذاب } أي { لأملأن جهنم } الآية { أفأنت تنقذ }
تخرج { من في النار } جواب الشرط وأقيم فيه الظاهر مقام المضمر والهمزة
للإنكار والمعنى لا تقدر على هدايته فتنقذه من النار
19.
(Apakah orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya?) termasuk
orang-orang yang digolongkan oleh firman-Nya, "Sesungguhnya akan Aku
penuhi neraka jahanam..." (Q.S. As-Sajdah, 13). (Apakah kamu akan
menyelamatkan) maksudnya, mengeluarkan (orang yang berada dalam neraka)
kalimat ayat ini menjadi Jawab Syarath, kemudian di dalamnya terdapat
Isim Zhahir yaitu lafal Man yang menduduki tempat Isim Mudhmar; dan
Hamzah Istifham di sini menunjukkan makna ingkar, yakni, kamu tidak akan
mampu memberikan hidayah kepadanya sehingga ia dapat kamu selamatkan
dari neraka.
{ لكن الذين اتقوا ربهم } بأن أطاعوه { لهم غرف من فوقها غرف مبنية تجري
من تحتها الأنهار } أي من تحت الغرف الفوقانية والتحتانية { وعد الله }
منصوب بفعله المقدر { لا يخلف الله الميعاد } وعده
20.
(Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya) yaitu bertakwa
melalui jalan taat kepada-Nya (mereka mendapat tempat-tempat yang
tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi, di bawahnya
mengalir sungai-sungai) artinya sungai-sungai yang mengalir, baik di
bawah tempat-tempat yang teratas maupun di tempat-tempat yang terbawah
(sebagai janji Allah) lafal Wa'dallaahi dinashabkan oleh Fi'il yang
diperkirakan keberadaannya pada sebelumnya (Allah tidak akan memungkiri
janji-Nya) atau mengingkarinya.
{ ألم تر } تعلم { أن الله أنزل من السماء ماء فسلكه ينابيع } أدخله أمكنة
نبع { في الأرض ثم يخرج به زرعا مختلفا ألوانه ثم يهيج } ييبس { فتراه }
بعد الخضرة مثلا { مصفرا ثم يجعله حطاما } فتاتا { إن في ذلك لذكرى }
تذكيرا { لأولي الألباب } يتذكرون به لدلالته على وحدانية الله تعالى
وقدرته
21.
(Apakah kamu tidak memperhatikan) maksudnya tidak mengetahui (bahwa
sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi
sumber-sumber) yakni, dia memasukkan air itu ke tempat-tempat yang dapat
menjadi sumber air (di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu
tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering)
menjadi layu dan kering (lalu kamu melihatnya) sesudah hijau menjadi
(kekuning-kuningan kemudian dijadikan-Nya hancur berderai) yakni rontok
(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran)
peringatan (bagi orang-orang yang mempunyai akal) bagi orang-orang yang
mau mengambil pelajaran darinya untuk menyimpulkan keesaan dan kekuasaan
Allah
{ أفمن شرح الله صدره للإسلام } فاهتدى { فهو على نور من ربه } كمن طبع
على قلبه دل على هذا { فويل } كلمة عذاب { للقاسية قلوبهم من ذكر الله } أي
عن قبول القرآن { أولئك في ضلال مبين } بين
22.
(Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima
Islam) sehingga ia mendapat petunjuk (lalu ia mendapat cahaya dari
Rabbnya) sama dengan orang yang hatinya dikunci mati; pengertian ini
tersimpul dari firman selanjutnya (Maka kecelakaan yang besarlah)
artinya, azab yang besarlah (bagi mereka yang telah membatu hatinya
untuk mengingat Allah) maksudnya, untuk menerima Alquran. (Mereka itu
dalam kesesatan yang nyata) nyata sekali sesatnya.
{ الله نزل أحسن الحديث كتابا } بدل من أحسن أي قرآنا { متشابها } أي يشبه
بعضه بعضا في النظم وغيره { مثاني } أي فيه الوعد والوعيد وغيرهما { تقشعر
منه } ترتعد عند ذكر وعيده { جلود الذين يخشون } يخافون { ربهم ثم تلين }
تطمئن { جلودهم وقلوبهم إلى ذكر الله } أن يعند ذكر وعده { ذلك } أي الكتاب
{ هدى الله يهدي به من يشاء ومن يضلل الله فما له من هاد }
23.
(Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Kitab)
Alquran; lafal Kitaaban menjadi Badal lafal Ahsanal Hadiitsi (yang
serupa) satu sama lainnya sama dalam hal Nuzhum dan hal-hal lainnya
(lagi berulang-ulang) diulang-ulang di dalamnya janji dan ancaman serta
hal-hal lainnya (gemetarlah karenanya) yakni gemetar karena takut di
kala disebutkan ancaman-Nya (kulit orang-orang yang takut) yang merasa
takut (kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan kalbu mereka di
waktu mengingat Allah) sewaktu ingat akan janji-Nya. (Itulah) kitab
Alquran itu (petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada
baginya seorang pemberi petunjuk.)
{ أفمن يتقي } يلقى { بوجهه سوء العذاب يوم القيامة } أي أشده بأن يلقى في
النار مغلولة يداه إلى عنقه كمن أمن منه بدخول الجنة { وقيل للظالمين } أي
كفار مكة { ذوقوا ما كنتم تكسبون } أي جزاءه
24.
(Maka apakah orang yang menghindarkan) supaya jangan dilemparkan
(dirinya ke dalam azab yang paling buruk di hari kiamat), azab yang
paling keras, seumpamanya ia dicampakkan ke dalam neraka dalam keadaan
terbelenggu tangannya disatukan dengan kepalanya, sama dengan orang yang
beriman kepadanya yang dimasukkan ke dalam surga? (Dan dikatakan kepada
orang-orang yang aniaya) yakni orang-orang kafir Mekah ("Rasakanlah
oleh kalian balasan apa yang telah kalian kerjakan") sebagai
pembalasannya.
{ كذب الذين من قبلهم } رسلهم في إتيان العذاب { فأتاهم العذاب من حيث لا يشعرون } من جهة لا تخطر ببالهم
25.
(Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) rasul-rasulnya yang
mengatakan bahwa azab pasti datang (maka datanglah kepada mereka azab
dari arah yang tidak mereka sangka) yang tidak mereka duga sedikit pun.
{ فأذاقهم الله الخزي } الذل والهوان من المسخ والقتل وغيره { في الحياة
الدنيا ولعذاب الآخرة أكبر لو كانوا } أي المكذبون { يعلمون } عذابها ما
كذبوا
26.
(Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan) artinya, mereka dihina
dan direndahkan dengan berupa kutukan, pembunuhan dan lain sebagainya
(pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih
besar kalau mereka) yakni orang-orang yang mendustakannya (mengetahui)
azab akhirat, dan niscaya kalau mereka mengetahuinya maka mereka tidak
akan mendustakannya.
{ ولقد ضربنا } جعلنا { للناس في هذا القرآن من كل مثل لعلهم يتذكرون } يتعظون
27.
(Sesungguhnya telah Kami buatkan) telah Kami jadikan (bagi manusia
dalam Alquran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat
pelajaran) maksudnya, supaya mereka mau menerima nasihatnya.
{ قرآنا عربيا } حال مؤكدة { غير ذي عوج } أي لبس واختلاف { لعلهم يتقون } الكفر
28.
(Ialah Alquran dalam bahasa Arab) ayat ini berkedudukan menjadi Hal
Muakkidah atau kata keterangan yang mengukuhkan (yang tidak ada
kebengkokan di dalamnya) tidak ada kekeliruan dan pertentangan (supaya
mereka bertakwa) maksudnya, menghindarkan diri dari kekafiran.
{ ضرب الله } للمشرك والموحد { مثلا رجلا } بدل من مثلا { فيه شركاء
متشاكسون } متنازعون سيئة أخلاقهم { ورجلا سلما } خالصا { لرجل هل يستويان
مثلا } تمييز : أي لا يستوي العبد لجماعة والعبد لواحد فإن الأول إذا طلب
منه كل من مالكيه خدمته في وقت واحد تحير فيمن يخدمه منهم وهذا مثل للمشرك
والثاني مثل للموحد { الحمد لله } وحده { بل أكثرهم } أي أهل مكة { لا
يعلمون } ما يصيرون إليه من العذاب فيشركون
29.
(Allah telah membuat) bagi orang yang musyrik dan orang yang bertauhid
(perumpamaan yaitu seorang laki-laki) lafal Rajulan ini menjadi Badal
dari lafal Matsalan (yang menjadi budak milik beberapa orang yang
berserikat dalam perselisihan) yaitu mereka terlihat di dalam
persengketaan dan akhlak mereka sangat buruk (dan seorang budak
laki-laki yang menjadi milik penuh) milik sepenuhnya (dari seorang
laki-laki saja; adakah kedua budak itu sama halnya?) lafal Matsalan
berkedudukan menjadi Tamyiz maksudnya, tentu saja tidak sama antara
seorang budak yang menjadi milik suatu kelompok dengan seorang budak
yang menjadi milik penuh seorang saja. Sesungguhnya, budak yang pertama
tadi apabila disuruh oleh masing-masing dari pemilik dirinya secara
sekaligus; ia bingung, siapakah yang harus ia layani di antara mereka.
Ini adalah perumpamaan orang yang musyrik sedangkan budak yang kedua
adalah perumpamaan bagi orang yang bertauhid. (Segala puji bagi Allah)
semata (tetapi kebanyakan mereka) penduduk Mekah (tidak mengetahui) azab
apakah yang akan menimpa mereka akibat kemusyrikannya, oleh karena itu
mereka berbuat kemusyrikan.
{ إنك } خطاب للنبي صلى الله عليه و سلم { ميت وإنهم ميتون } ستموت
ويموتون فلا شماتة بالموت نزلت لما استبطؤوا موته صلى الله عليه و سلم
30. (Sesungguhnya kamu) khithab ini ditujukan kepada Nabi
(akan mati dan mereka akan mati pula) kelak kamu akan mati dan mereka
kelak akan mati pula, maka tidak usah ditunggu-tunggu datangnya mati
itu. Ayat ini diturunkan sewaktu mereka merasa lambat akan kematian Nabi
{ ثم إنكم } أيها الناس فيما بينكم من المظالم { يوم القيامة عند ربكم تختصمون }
31.
(Kemudian sesungguhnya kalian) hai manusia tentang kelaliman-kelaliman
yang telah terjadi di antara kalian (pada hari kiamat akan
berbantah-bantahan di hadapan Rabb kalian.)
{ فمن } أي لا أحد { أظلم ممن كذب على الله } بنسبة الشريك والولد إليه {
وكذب بالصدق } بالقرآن { إذ جاءه أليس في جهنم مثوى } مأوى { للكافرين }
بلى
32.
(Maka siapakah) artinya, tiada seorang pun (yang lebih aniaya daripada
orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah) dengan cara menisbatkan
kepada-Nya mempunyai sekutu dan anak (dan mendustakan kebenaran) Alquran
(ketika datang kepadanya. Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat
tinggal) yakni tempat menetap (bagi orang-orang yang kafir?) tentu saja
disediakan.
{ والذي جاء بالصدق } هو النبي صلى الله عليه و سلم { وصدق به } هم المؤمنون فالذي بمعنى الذين { أولئك هم المتقون } الشرك
33. (Dan orang yang membawa kebenaran) yaitu Nabi
(dan membenarkannya) orang-orang mukmin. Lafal Al-Ladzii di sini
bermakna Al-Ladziina, yakni jamak (mereka itulah orang-orang yang
bertakwa) maksudnya, yang menghindarkan diri dari kemusyrikan.
{ لهم ما يشاؤون عند ربهم ذلك جزاء المحسنين } لأنفسهم بإيمانهم
34.
(Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka.
Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik) untuk diri mereka
sendiri, berkat keimanan mereka.
{ ليكفر الله عنهم أسوأ الذي عملوا ويجزيهم أجرهم بأحسن الذي كانوا يعملون } أسوأ وأحسن بمعنى السيء والحسن
35.
(Agar Allah menutupi mengampuni bagi mereka perbuatan buruk yang mereka
kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang baik dari apa yang telah
mereka kerjakan) lafal Aswa-a dan Ahsana bermakna As-Sayyi dan Al-Hasan.
{ أليس الله بكاف عبده } أي النبي بلى { ويخوفونك } الخطاب له { بالذين من
دونه } أي الأصنام أن تقتله أو تخبله { ومن يضلل الله فما له من هاد }
36. (Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya) yakni Nabi tentu saja, (Dan mereka mempertakuti kamu) khithab ini ditujukan kepada Nabi
sendiri (dengan sesembahan-sesembahan yang selain Allah) yakni,
berhala-berhala; maksud mereka, bahwa berhala-berhala itu akan
membunuhnya atau akan membuatnya cacat. (Dan siapa yang disesatkan Allah
maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.)
{ ومن يهد الله فما له من مضل أليس الله بعزيز } غالب على أمره { ذي انتقام } من أعدائه ؟ بلى
37.
(Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang
pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa) Maha Menang
atas semua perkara-Nya (lagi mempunyai pembalasan) terhadap
musuh-musuh-Nya. Tentu benar.
{ ولئن } لام قسم { سألتهم من خلق السماوات والأرض ليقولن الله قل أفرأيتم
ما تدعون } تعبدون { من دون الله } أي الأصنام { إن أرادني الله بضر هل هن
كاشفات ضره } لا { أو أرادني برحمة هل هن ممسكات رحمته } لا وفي قراءة
بالإضافة فيهما { قل حسبي الله عليه يتوكل المتوكلون } يثق الواثقون
38.
(Dan sungguh jika) huruf Lam bermakna qasam (kamu tanyakan kepada
mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka
menjawab, "Allah." Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa
yang kalian seru) yang kalian sembah (selain Allah) yakni
berhala-berhala (jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku,
apakah berhala-berhala kalian itu dapat menghilangkan kemudaratan itu)
tentu saja tidak (atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah
mereka dapat menahan rahmat-Nya?) tentu saja tidak pula. Menurut suatu
qiraat dibaca Kaasyifaati Dhurrihii dan Mumsikaati rahmatihii
(Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah bertawakkal
orang-orang yang berserah diri") yaitu orang-orang yang percaya hanya
kepada-Nya.
{ قل يا قوم اعملوا على مكانتكم } حالتكم { إني عامل } على حالتي { فسوف تعلمون }
39.
(Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaan kalian)
kondisi kalian (sesungguhnya aku akan bekerja pula) sesuai dengan
keadaanku (maka kelak kalian akan mengetahui)
{ من } موصولة مفعول العلم { يأتيه عذاب يخزيه ويحل } ينزل { عليه عذاب مقيم } دائم هو عذاب النار وقد أخزاهم الله ببدر
40.
(siapa) lafal Man adalah Isim Maushul (yang akan mendapat siksa yang
menghinakannya dan lagi ditimpa) yakni ia ditimpa (oleh azab yang
kekal") yang abadi, yaitu azab neraka; dan sungguh Allah telah
menghinakan mereka di dalam perang Badar.
{ إنا أنزلنا عليك الكتاب للناس بالحق } متعلق بأنزل { فمن اهتدى فلنفسه }
اهتداؤه { ومن ضل فإنما يضل عليها وما أنت عليهم بوكيل } فتجبرهم على
الهدى
41.
(Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab untuk manusia dengan
membawa kebenaran) lafal Bil haqqi berta'alluq kepada lafal Anzalnaa
(siapa yang mendapat petunjuk maka untuk dirinya sendiri) yakni
hidayahnya itu untuk dirinya sendiri (dan siapa yang sesat maka
sesungguhnya dia semata-mata sesat buat kerugian dirinya sendiri, dan
kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka)
lalu karenanya kamu dapat memaksa mereka untuk menerima hidayah.
{ الله يتوفى الأنفس حين موتها و } يتوفى { التي لم تمت في منامها } أي
يتوفاها وقت النوم { فيمسك التي قضى عليها الموت ويرسل الأخرى إلى أجل مسمى
} أي وقت موتها والمرسلة نفس التمييز تبقى بدونها نفس الحياة بخلاف العكس {
إن في ذلك } المذكور { لآيات } دلالات { لقوم يتفكرون } فيعلمون أن القادر
على ذلك قادر على البعث وقريش لم يتفكروا في ذلك
42.
(Allah mematikan jiwa orang ketika matinya dan) memegang (jiwa orang
yang belum mati di waktu tidurnya) artinya Allah memegangnya di waktu ia
tidur (maka Dia tahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya
dan melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan) bagi
kematiannya. Jiwa yang dilepaskan itu hanyalah dimatikan perasaannya
saja, tetapi ia masih hidup, berbeda dengan jiwa yang benar-benar
dimatikan. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) pada hal-hal yang telah
disebutkan itu (terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan
Allah (bagi kaum yang berpikir) maka karenanya mereka mengetahui, bahwa
yang berkuasa melakukan hal tersebut berkuasa pula untuk
membangkitkannya; dan orang-orang kafir Quraisy tidak memikirkan hal
ini.
{ أم } بل { اتخذوا من دون الله } أي الأصنام آلهة { شفعاء } عند الله
بزعمهم { قل } لهم { أ } يشفعون { أو لو كانوا لا يملكون شيئا } من الشفاعة
وغيرها { ولا يعقلون } أنكم تعبدون ولا غير ذلك ؟ لا
43.
(Bahkan) tetapi (mereka mengambil selain Allah) yaitu berhala-berhala
sebagai tuhan-tuhan (pemberi syafaat) di hadapan Allah nanti, menurut
dugaan mereka. (Katakanlah) kepada mereka, ("Apakah) mereka dapat
memberikan syafaat (meskipun mereka tidak memiliki sesuatu pun) daripada
syafaat itu dan tidak memiliki hal-hal lainnya pula (dan tidak
berakal") yakni, kalian hanya menyembah mereka tidak ada alasan lain,
hal ini tentu saja tidak patut bagi kalian.
{ قل لله الشفاعة جميعا } أي هو مختص بها فلا يشفع أحد إلا بإذنه { له ملك السماوات والأرض ثم إليه ترجعون }
44.
(Katakanlah, "Hanya kepunyaan Allahlah syafaat itu semua) maksudnya,
syafaat itu khusus bagi Dia, maka tiada seorang pun yang dapat
memberikannya melainkan dengan seizin Dia. (Kepunyaan-Nya kerajaan
langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya pulalah kalian dikembalikan.")
{ وإذا ذكر الله وحده } أي دون آلهتهم { اشمأزت } نفرت وانقبضت { قلوب
الذين لا يؤمنون بالآخرة وإذا ذكر الذين من دونه } أي الأصنام { إذا هم
يستبشرون }
45.
(Dan apabila disebutkan nama Allah semata) tanpa menyebut nama
tuhan-tuhan mereka kesal) mendongkol dan anti pati (hati orang-orang
yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama-nama
sembahan-sembahan selain Allah yang disebut) yakni berhala-berhala
(tiba-tiba mereka bergirang hati.)
{ قل اللهم } بمعنى يا ألله { فاطر السماوات والأرض } مبدعهما { عالم
الغيب والشهادة } ما غاب وما شوهد { أنت تحكم بين عبادك في ما كانوا فيه
يختلفون } من أمر الدين اهدني لما اختلفوا فيه من الحق
46.
(Katakanlah, "Wahai Allah) lafal Allaahumma maknanya sama dengan Yaa
Allah (Pencipta langit dan bumi) yakni yang mengadakan keduanya (Yang
mengetahui barang yang gaib dan yang nyata) yakni apa-apa yang gaib dan
apa-apa yang nyata dapat disaksikan (Engkaulah Yang memutuskan antara
hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan") mengenai
masalah agama, berilah aku petunjuk kepada yang benar dari apa yang
mereka perselisihkan.
{ ولو أن للذين ظلموا ما في الأرض جميعا ومثله معه لافتدوا به من سوء
العذاب يوم القيامة وبدا } ظهر { لهم من الله ما لم يكونوا يحتسبون } يظنون
47.
(Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi
semuanya dan -ada pula- sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan
menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan
jelaslah) tampaklah dengan jelas (bagi mereka azab Allah yang belum
pernah mereka perkirakan) yang tidak pernah mereka duga.
{ وبدا لهم سيئات ما كسبوا وحاق } نزل { بهم ما كانوا به يستهزئون } أي العذاب
48.
(Dan jelaslah bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka
perbuat dan menimpa) mengenai (kepada mereka apa yang mereka dahulu
selalu memperolok-olokkannya) yakni azab.
{ فإذا مس الإنسان } الجنس { ضر دعانا ثم إذا خولناه } أعطيناه { نعمة }
إنعاما { منا قال إنما أوتيته على علم } من الله بأني له أهل { بل هي } أي
القولة { فتنة } بلية يبتلى بها العبد { ولكن أكثرهم لا يعلمون } أن
التخويل استدراج وامتحان
49.
(Maka apabila manusia ditimpa) yang dimaksud adalah jenis manusia
(bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya) Kami
anugerahkan kepadanya (nikmat) yakni pemberian nikmat (dari Kami ia
berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah atas
sepengetahuan) dari Allah bahwasanya aku adalah orang yang pantas untuk
mendapatkannya." Atau dengan kata lain, karena kepintaranku. (Sebenarnya
itu) maksudnya, ucapan itu (adalah ujian) cobaan yang ditimpakan kepada
seorang hamba (tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui)
bahwasanya pemberian nikmat itu merupakan Istidraj dan ujian baginya.
{ قد قالها الذين من قبلهم } من الأمم كقارون وقومه الراضين بها { فما أغنى عنهم ما كانوا يكسبون }
50.
(Sungguh orang-orang yang sebelum mereka juga mengatakan itu pula)
yakni umat-umat sebelum mereka, seperti apa yang telah dikatakan oleh
Qarun dan kaumnya yang mengatakan hal yang serupa (maka tiadalah berguna
bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.)
{ فأصابهم سيئات ما كسبوا } أي جزاؤها { والذين ظلموا من هؤلاء } أي قريش {
سيصيبهم سيئات ما كسبوا وما هم بمعجزين } بفائتين عذابنا فقحطوا سبع سنين
ثم وسع عليهم
51.
(Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan)
yakni menerima pembalasannya. (Dan orang-orang yang lalim di antara
mereka) yakni orang-orang Quraisy (akan ditimpa akibat buruk dari
usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri) dari azab Kami; maka
Kami timpakan kepada mereka paceklik selama tujuh tahun, sesudah itu
mereka dimudahkan lagi rezekinya.
{ أولم يعلموا أن الله يبسط الرزق } يوسعه { لمن يشاء } امتحانا { ويقدر }
يضيقه لمن يشاء ابتلاء { إن في ذلك لآيات لقوم يؤمنون } به
52.
(Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki)
meluaskannya (bagi siapa yang dikehendaki-Nya) sebagai ujian baginya
(dan menyempitkannya?) membatasinya bagi siapa yang dikehendaki-Nya
sebagai cobaan baginya. (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman) kepada-Nya.
{ قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا } بكسر النون وفتحها
وقرئ بضمها تيأسوا { من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا } لمن تاب من
الشرك { إنه هو الغفور الرحيم }
53.
(Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa) dapat dibaca Laa
Taqnithuu atau Laa Taqnathuu; sebagian ahli qiraat ada yang membacanya
Laa Taqnuthuu; artinya janganlah kalian putus asa (dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) bagi orang yang
bertobat dari kemusyrikan. (Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.)
{ وأنيبوا } ارجعوا { إلى ربكم وأسلموا } أخلصوا العمل { له من قبل أن يأتيكم العذاب ثم لا تنصرون } بمنعه إن لم تتوبوا
54.
(Dan kembalilah kalian) bertobatlah kalian (kepada Rabb kalian, dan
berserah dirilah) ikhlaskanlah di dalam beramal (kepada-Nya sebelum
datang kepada kalian azab kemudian kalian tidak dapat ditolong lagi)
yakni azab itu tidak dapat dicegah jika kalian tidak bertobat
kepada-Nya.
{ واتبعوا أحسن ما أنزل إليكم من ربكم } هو القرآن { من قبل أن يأتيكم العذاب بغتة وأنتم لا تشعرون } قبل إتيانه بوقته
55.
(Dan ikutilah sebaik-baik apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb
kalian) yaitu Alquran (sebelum datang azab kepada kalian dengan
tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadari) akan kedatangannya.
فبادروا قبل { أن تقول نفس يا حسرتى } أصله يا حسرتي أي ندامتي { على ما
فرطت في جنب الله } أي طاعته { وإن } مخففة من الثقيلة أي وإني { كنت لمن
الساخرين } بدينه وكتابه
56.
Maka bersegeralah kalian sebelum tiba waktunya (seseorang mengatakan,
"Alangkah menyesalnya aku) lafal Yaa Hasrataa pada asalnya adalah Yaa
Hasratii, artinya amat menyesallah aku (atas kelalaianku terhadap Allah)
yaitu karena tidak taat kepada-Nya (dan sesungguhnya) lafal In adalah
bentuk Takhfif dari Inna, asalnya Innii yakni sesungguhnya aku (aku
adalah termasuk orang-orang yang benar-benar memperolok-olokan")
agama-Nya dan Kitab-Nya.
{ أو تقول لو أن الله هداني } بالطاعة فاهتديت { لكنت من المتقين } عذابه
57.
(Atau datang saatnya seseorang berkata, "Kalau sekiranya Allah memberi
petunjuk kepadaku) untuk mengerjakan ketaatan sehingga aku mendapat
petunjuk (tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa") yakni
orang-orang yang takut akan azab-Nya.
{ أو تقول حين ترى العذاب لو أن لي كرة } رجعة إلى الدنيا { فأكون من المحسنين } المؤمنين فيقال له من قبل الله :
58.
(Atau datang saatnya seseorang berkata ketika ia melihat azab, "Kalau
sekiranya aku dapat kembali) ke dunia (niscaya aku akan termasuk
orang-orang yang berbuat baik.") yakni, orang-orang yang beriman. Maka,
dikatakan kepada mereka oleh Allah :
{ بلى قد جاءتك آياتي } القرآن وهو سبب الهداية { فكذبت بها واستكبرت } تكبرت عن الإيمان بها { وكنت من الكافرين }
59.
("Benar, sesungguhnya telah datang ayat-ayat-Ku kepadamu) yakni,
Alquran yang dapat memberikan hidayah kepadamu (lalu kamu mendustakannya
dan kamu menyombongkan diri) yaitu tidak mau beriman kepada
ayat-ayat-Ku (dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.")
{ ويوم القيامة ترى الذين كذبوا على الله } بنسبة الشريك والولد إليه {
وجوههم مسودة أليس في جهنم مثوى } مأوى { للمتكبرين } عن الإيمان ؟ بلى
60.
(Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta
terhadap Allah) yaitu mereka yang menisbatkan sekutu dan anak kepada-Nya
(mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat)
yakni tempat tinggal (bagi orang-orang yang menyombongkan diri?)
artinya, tidak mau beriman; memang benar.
{ وينجي الله } من جهنم { الذين اتقوا } الشرك { بمفازتهم } أي بمكان
فوزهم من الجنة بأن يجعلوا فيه { لا يمسهم السوء ولا هم يحزنون }
61.
(Dan Allah menyelamatkan) dari neraka Jahanam (orang-orang yang
bertakwa) orang-orang yang memelihara diri dari kemusyrikan (karena
kemenangan mereka) karena mereka memperoleh tempat kemenangan, yaitu
surga yang menjadi tempat tinggal mereka (mereka tidak disentuh oleh
keburukan dan tidak pula mereka berduka cita.)
{ الله خالق كل شيء وهو على كل شيء وكيل } متصرف فيه كيف يشاء
62.
(Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu)
Dia mengatur dan menguasainya menurut apa yang dikehendaki-Nya.
{ له مقاليد السماوات والأرض } أي مفاتيح خزائنهما من المطر وغيرهما {
والذين كفروا بآيات الله } القرآن { أولئك هم الخاسرون } متصل بقوله : {
وينجي الله الذين اتقوا } الخ وما بينهما اعتراض
63.
(Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi) yakni
berupa air hujan tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya (Dan orang-orang
yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) yaitu Alquran (mereka itulah
orang-orang yang merugi) ayat ini berhubungan langsung dengan
firman-Nya, "Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa..." (Q.S.
Az-Zumar, 61) dan ayat yang ada di antara keduanya merupakan jumlah
I'tiradh atau kalimat sisipan.
{ قل أفغير الله تأمروني أعبد أيها الجاهلون } غير منصوب بأعبد المعمول لتأمروني بتقدير أن بنون واحدة وبنونين بإدغام وفك
64.
(Katakanlah, "Maka apakah kalian menyuruh aku menyembah selain Allah,
hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?") lafal Ghaira dinashabkan
oleh lafal A'budu yang juga menjadi Ma'mul dari lafal Ta-muruunnii atau
Ta-muruunanii dengan memperkirakan adanya huruf An sebelumnya.
{ ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك } والله { لئن أشركت } يا محمد فرضا { ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين }
65.
(Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi
sebelummu) demi Allah ("Jika kamu mempersekutukan Allah) hai Muhammad,
seumpamanya (niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk
orang-orang yang merugi.)
{ بل الله } وحده { فاعبد وكن من الشاكرين } إنعامه عليك
66.
(Karena itu, maka hendaklah Allah) saja (kamu sembah dan hendaklah kamu
termasuk orang-orang yang bersyukur") atas nikmat-Nya kepadamu.
{ وما قدروا الله حق قدره } ما عرفوه حق معرفته أو ما عظموه حق عظمته حين
أشركوا به غيره { والأرض جميعا } حال : أي السبع { قبضته } أي مقبوضة له :
أي في ملكه وتصرفه { يوم القيامة والسماوات مطويات } مجموعات { بيمينه }
بقدرته { سبحانه وتعالى عما يشركون } معه
67.
(Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang
semestinya) yakni mereka tidak mengenal Allah dengan pengenalan yang
sebenarnya; atau, mereka tidak mengagungkan-Nya dengan pengagungan yang
sesungguhnya sewaktu mereka menyekutukan-Nya dengan selain-Nya (padahal
bumi seluruhnya) lafal ayat ini menjadi Hal dan maksud dari lafal
Jamii'an ialah bumi yang berlapis tujuh itu (dalam genggaman
kekuasaan-Nya) maksudnya berada di dalam kekuasaan dan tasharuf-Nya
(pada hari kiamat dan langit digulung) dilipat menjadi satu (dengan
tangan kanan-Nya) yakni dengan kekuasaan-Nya (Maha Suci dan Maha Tinggi
Allah dari apa yang mereka persekutukan) bersama-Nya.
{ ونفخ في الصور } النفخة الأولى { فصعق } مات { من في السماوات ومن في
الأرض إلا من شاء الله } من الحور والولدان وغيرهما { ثم نفخ فيه أخرى فإذا
هم } أي جميع الخلائق الموتى { قيام ينظرون } ينتظرون ما يفعل بهم
68.
(Dan ditiuplah sangkakala) pada tiupan yang pertama (maka matilah)
artinya mati mendadaklah (siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa
yang dikehendaki Allah) yaitu para bidadari, para pelayan surga dan
selain keduanya. (Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka
tiba-tiba mereka) yakni semua makhluk yang telah mati itu (berdiri
seraya menunggu) apa yang bakal diputuskan terhadap diri mereka.
{ وأشرقت الأرض } أضاءت { بنور ربها } حين يتجلى الله لفصل القضاء { ووضع
الكتاب } كتاب الأعمال للحساب { وجيء بالنبيين والشهداء } أي بمحمد صلى
الله عليه و سلم وأمته يشهدون للرسل بالبلاغ { وقضي بينهم بالحق } أي العدل
{ وهم لا يظلمون } شيئا
69.
(Dan terang-benderanglah bumi) menjadi terang benderanglah ia (dengan
Nur Rabbnya) sewaktu Dia menampilkan kekuasaan-Nya untuk memutuskan
perkara peradilan di antara makhluk-Nya (dan diberikanlah kitab) yakni
buku catatan amal perbuatan untuk menjalani perhitungan (dan
didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) yaitu Nabi Muhammad
dan umatnya untuk memberikan persaksian, bahwa para rasul benar-benar
telah menyampaikan risalah-Nya (dan diberi keputusan di antara mereka
dengan hak) yakni secara adil (sedangkan mereka tidak dirugikan) barang
sedikit pun.
{ ووفيت كل نفس ما عملت } أي جزاءه { وهو أعلم } عالم { بما يفعلون } فلا يحتاج إلى شاهد
70.
(Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya)
yakni balasannya (dan Dia lebih mengetahui) (apa yang mereka kerjakan)
maka Dia tidak membutuhkan saksi lagi.
{ وسيق الذين كفروا } بعنف { إلى جهنم زمرا } جماعات متفرقة { حتى إذا
جاؤوها فتحت أبوابها } جواب إذا { وقال لهم خزنتها ألم يأتكم رسل منكم
يتلون عليكم آيات ربكم } القرآن وغيره { وينذرونكم لقاء يومكم هذا قالوا
بلى ولكن حقت كلمة العذاب } أي : { لأملأن جهنم } الآية { على الكافرين }
71.
(Dan orang-orang kafir dibawa) dengan secara keras dan paksa (ke neraka
Jahanam berombong-rombongan) secara bergelombang lagi terpisah-pisah.
(Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah
pintu-pintunya) ayat ini menjadi Jawab dari lafal Idzaa (dan berkatalah
kepada mereka penjaga-penjaganya, "Apakah belum pernah datang kepada
kalian rasul-rasul di antara kalian yang membacakan kepada kalian
ayat-ayat Rabb kalian) yakni Alquran dan kitab-kitab lainnya (dan
memperingatkan kepada kalian akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka
menjawab, "Benar telah datang." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan
azab) yakni sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya yang lain,
yaitu, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam..." (Q.S. As-Sajdah,
13) (terhadap orang-orang yang kafir).
{ قيل ادخلوا أبواب جهنم خالدين فيها } مقدرين الخلود { فبئس مثوى } مأوى { المتكبرين } جهنم
72.
(Dikatakan kepada mereka, "Masukilah pintu-pintu Jahanam itu, sedangkan
kalian kekal di dalamnya") yakni kalian telah ditetapkan untuk menjadi
penghuni yang abadi. (Maka seburuk-buruk tempat) maksudnya, tempat
tinggal (orang-orang yang menyombongkan diri) adalah Jahanam.
{ وسيق الذين اتقوا ربهم } بلطف { إلى الجنة زمرا حتى إذا جاؤوها وفتحت
أبوابها } الواو فيه للحال بتقدير قد { وقال لهم خزنتها سلام عليكم طبتم }
حال { فادخلوها خالدين } مقدرين الخلود فيها وجواب إذا مقدر أي دخولها
وسوقهم وفتح الأبواب قبل مجيئهم تكرمة لهم وسوق الكفار وفتح أبواب جهنم عند
مجيئم ليبقى حرها إليهم إهانة لهم
73.
(Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa) dengan lemah
lembut (ke dalam surga berombong-rombongan pula, sehingga apabila mereka
sampai ke surga itu pintu-pintunya telah dibuka) huruf Wau dalam ayat
ini menunjukkan makna Hal dengan diperkirakan adanya lafal Qad
sesudahnya (dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya,
"Kesejahteraan atas kalian, berbahagialah kalian) lafal Thibtum menjadi
Hal (maka masukilah surga ini, sedangkan kalian kekal di dalamnya")
telah ditetapkan untuk menjadi penghuni yang abadi di dalamnya. Jawab
lafal Idzaa diperkirakan keberadaannya, yakni lalu mereka memasukinya.
Dan dibawanya orang-orang yang bertakwa ke dalam surga serta
dibukakannya pintu-pintu surga sebelum mereka datang, hal ini sebagai
penghormatan buat mereka. Sedangkan digiringnya orang-orang kafir serta
dibukakannya pintu-pintu neraka Jahanam sewaktu mereka datang dimaksud
sebagai hinaan buat mereka agar panas neraka Jahanam itu dapat dirasakan
oleh mereka sebelum memasukinya.
{ وقالوا } عطف على دخولها المقدر { الحمد لله الذي صدقنا وعده } بالجنة {
وأورثنا الأرض } أي أرض الجنة { نتبوأ } ننزل { من الجنة حيث نشاء } لأنها
كلها لا يختار فيها مكان على مكان { فنعم أجر العاملين } الجنة
74.
(Dan mereka mengucapkan) sewaktu mereka memasukinya; lafal ayat ini
diathafkan kepada lafal Dukhuuluhaa yang diperkirakan keberadaannya tadi
pada ayat sebelumnya, ("Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi
janji-Nya kepada kami) yakni memasukkan kami ke dalam surga (dan telah
memberikan kepada kami tempat ini) surga ini (sedangkan kami
diperkenankan menempati) menghuni (tempat dalam surga di mana saja kami
kehendaki) karena surga itu semuanya bukanlah tempat yang dipilih antara
yang satu dengan yang lainnya, karena semuanya indah (maka sebaik-baik
balasan bagi orang-orang yang beramal) adalah surga.
{ وترى الملائكة حافين } حال { من حول العرش } من كل جانب منه { يسبحون }
حال من ضمير حافين { بحمد ربهم } ملابسين للحمد : أي يقولون : سبحان الله
وبحمده { وقضي بينهم } بين جميع الخلائق { بالحق } أي العدل فيدخل المؤمنون
الجنة والكافرون النار { وقيل الحمد لله رب العالمين } ختم استقرار
الفريقين بالحمد من الملائكة
75.
(Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkar) lafal Haaffiina
ini menjadi Hal (di sekeliling 'Arasy) yakni dari segala penjurunya
(bertasbih) menjadi Hal dari dhamir Haaffiina (seraya memuji Rabb
mereka) yaitu sambil mengucapkan kalimah, Subhaanallaah Wa Bihamdihi,
artinya, Maha Suci Allah dan Kami memuji kepada-Nya (dan diberi putusan
di antara mereka) di antara semua makhluk (dengan hak) dengan adil, maka
orang-orang yang beriman dimasukkan ke dalam surga, dan orang-orang
kafir dimasukkan ke dalam neraka (dan diucapkan, "Segala puji bagi
Allah, Rabb semesta alam.") yaitu setelah kedua golongan itu telah
selesai pemutusannya, lalu para malaikat mengakhirinya dengan memuji
kepada Allah.