Tafsir Quran Surah ke-47 Muhammad
Tafsir Quran Surah ke-47 Muhammad (Nabi Muhammad SAW) jumlah ayat 38 ayah Terjemah Tafsir Jalalain Jalaluddin Al-Mahalli & Al-Suyuti
Tafsir Quran Surah ke-47 Muhammad (Nabi Muhammad SAW) jumlah ayat 38 ayah
Nama kitab: Terjemah Tafsir Jalalain
Judul kitab asal: Tafsir Al-Jalalain (Tafsir oleh Dua Jalaluddin)
Nama mufassir:
1. Jalaluddin Al-Mahalli. (Lahir: 791 - 864 Hijriyah / Wafat: 1389 - 1459 Masehi)
Nama
lengkap: Jalaluddin, Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim
Al-Mahalli Al-Syafi'i (محمد بن أحمد بن محمد بن إبراهيم المحلي الشافعي)
2. Jalaluddin Al-Suyuti (Lahir: 3 Oktober 1445 M / 1 Rajab 849 H; wafat: 18 Oktober 1505 M / 19 Jumadi Ula 911 H)
Nama lengkap: Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Suyuti (جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي)
Penerjemah ke Bahasa Indonesia:
Bidang studi: Tafsir Al-Quran
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
{ الذين كفروا } من أهل مكة { وصدوا } غيرهم { عن سبيل الله } أي الإيمان {
أضل } أحبط { أعمالهم } كإطعام الطعام وصلة الأرحام فلا يرون لها في
الآخرة ثوابا ويجزون بها في الدنيا من فضله تعالى
1.
(Orang-orang yang kafir) dari kalangan penduduk Mekah (dan
menghalang-halangi) orang-orang lainnya (dari jalan Allah) dari jalan
keimanan (Allah melebur) menghapus (amal-amal mereka) seperti memberi
makan dan menghubungkan silaturahim; mereka tidak akan melihat pahala
amalnya di akhirat nanti dan mereka hanya mendapat balasan di dunia saja
dari kemurahan-Nya.
{ والذين آمنوا } أي الأنصار وغيرهم { وعملوا الصالحات وآمنوا بما نزل على
محمد } أي القرآن { وهو الحق من ربهم كفر عنهم } غفر لهم { سيئاتهم وأصلح
بالهم } أي حالهم فلا يعصونه
2.
(Dan orang-orang yang beriman) yaitu para sahabat Anshar dan lainnya
(dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman pula kepada apa yang
diturunkan kepada Muhammad) yakni Alquran (dan itulah yang hak dari
Rabb mereka, Allah menghapuskan daripada mereka) artinya, Dia mengampuni
(kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka) karena itu
mereka tidak lagi mendurhakai-Nya.
{ ذلك } أي إضلال الأعمال وتكفير السيئات { بأن } بسبب أن { الذين كفروا
اتبعوا الباطل } الشيطان { وأن الذين آمنوا اتبعوا الحق } القرآن { من ربهم
كذلك } أي مثل ذلك البيان { يضرب الله للناس أمثالهم } يبين أحوالهم أي
فالكافر يحبط عمله والمؤمن يغفر له
3.
(Yang demikian) maksudnya penghapusan amal dan pengampunan
kesalahan-kesalahan itu (adalah karena) disebabkan (orang-orang kafir
mengikuti yang batil) yakni ajakan setan (dan sesungguhnya orang-orang
yang beriman mengikuti yang hak) yakni Alquran (dari Rabb mereka.
Demikianlah) sebagaimana penjelasan tersebut (Allah membuat untuk
manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka) untuk menjelaskan keadaan
mereka, yaitu orang kafir amalnya akan dihapus, sedangkan orang mukmin
kesalahan-kesalahannya akan diampuni.
{ فإذا لقيتم الذين كفروا فضرب الرقاب } مصدر بدل من اللفظ بفعله أي
فاضربوا رقابهم أي اقتلوهم وعبر بضرب الرقاب لأن الغالب في القتل أن يكون
بضرب الرقبة { حتى إذا أثخنتموهم } أكثرتم فيهم القتل { فشدوا } فأمسكوا
عنهم وأسروهم وشدوا { الوثاق } ما يوثق به الأسرى { فإما منا بعد } مصدر
بدل من اللفظ بفعله أي تمنون عليهم بإطلاقهم من غير شيء { وإما فداء }
تفادونهم بمال أو أسرى مسلمين { حتى تضع الحرب } أي أهلها { أوزارها }
أثقالها من السلاح وغيره بأن يسلم الكفار أو يدخلوا في العهد وهذه غاية
للقتل والأسر { ذلك } خبر مبتدأ مقدر أي الأمر فيهم ما ذكر { ولو يشاء الله
لانتصر منهم } بغير قتال { ولكن } أمركم به { ليبلو بعضكم ببعض } منهم في
القتال فيصير من قتل منكم إلى الجنة ومنهم إلى النار { والذين قتلوا } وفي
قراءة قاتلوا الآية نزلت يوم أحد وقد فشا في المسلمين القتل والجراحات { في
سبيل الله فلن يضل } يحبط { أعمالهم }
4.
(Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir di medan perang maka
pancunglah batang leher mereka) lafal Dharbur Riqaab adalah bentuk
Mashdar yang menggantikan kedudukan Fi'ilnya, karena asalnya adalah,
Fadhribuu Riqaabahum artinya, maka pancunglah batang leher mereka.
Maksudnya, bunuhlah mereka. Di sini diungkapkan dengan kalimat Dharbur
Riqaab yang artinya memancung leher, karena pukulan yang mematikan itu
kebanyakan dilakukan dengan cara memukul atau memancung batang leher.
(Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka) artinya kalian telah
banyak membunuh mereka (maka kencangkanlah) tangkaplah dan tawanlah
mereka lalu ikatlah mereka (ikatan mereka) dengan tali pengikat tawanan
perang (dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka) lafal Mannan
adalah bentuk Mashdar yang menggantikan kedudukan Fi'ilnya; maksudnya,
kalian memberikan anugerah kepada mereka, yaitu dengan cara melepaskan
mereka tanpa imbalan apa-apa (atau menerima tebusan) artinya, kalian
meminta tebusan berupa harta atau tukaran dengan kaum muslimin yang
ditawan oleh mereka (sampai perang meletakkan) maksudnya, orang-orang
yang terlibat di dalam peperangan itu meletakkan (senjatanya) artinya,
menghentikan adu senjata dan adu lain-lainnya, misalnya orang-orang
kafir menyerah kalah atau mereka menandatangani perjanjian gencatan
senjata; hal inilah akhir dari suatu peperangan dan saling
tawan-menawan. (Demikianlah) menjadi Khabar dari Mubtada yang
diperkirakan keberadaannya, yaitu perkara tentang menghadapi orang-orang
kafir adalah sebagaimana yang telah disebutkan tadi (apabila Allah
menghendaki niscaya Allah dapat menang atas mereka) tanpa melalui
peperangan lagi (tetapi) Dia memerintahkan kalian supaya berperang
(untuk menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain) di antara
mereka dalam peperangan itu, sebagian orang yang gugur di antara kalian
ada yang dimasukkan ke dalam surga, dan sebagian lagi dimasukkan ke
dalam neraka. (Dan orang-orang yang gugur) menurut suatu qiraat dibaca
Qaataluu dan seterusnya, ayat ini diturunkan pada waktu perang Uhud,
karena banyak di antara pasukan kaum muslimin yang gugur dan mengalami
luka-luka (di jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan) maksudnya,
tidak akan menghapuskan (amal mereka.)
{ سيهديهم } في الدنيا والآخرة إلى ما ينفعهم { ويصلح بالهم } حالهم فيهما وما في الدنيا لمن لم يقتل وأدرجوا في قتلوا تغيبا
5.
(Allah akan memberi petunjuk kepada mereka) di dunia dan di akhirat
kepada yang bermanfaat buat diri mereka (dan memperbaiki keadaan mereka)
di dunia dan di akhirat. Perbaikan di dunia adalah bagi mereka yang
tidak gugur, yang termasuk ke dalam pengertian ungkapan Qutiluu dengan
cara Taghlib, artinya lebih memprioritaskan mereka yang gugur di jalan
Allah
{ ويدخلهم الجنة عرفها } بينها { لهم } فيهتدون إلى مساكنهم منها وأزواجهم وخدمهم من غير استدلال
6.
(Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan) telah
dijelaskan (kepada mereka) sehingga mereka mengetahui tempat-tempat
tinggal mereka dalam surga itu dan mereka telah mengenal istri-istri
mereka dan telah mengenal pelayan-pelayan yang akan melayani mereka
tanpa membutuhkan petunjuk lagi.
{ يا أيها الذين آمنوا إن تنصروا الله } أي دينه ورسوله { ينصركم } على عدوكم { ويثبت أقدامكم } يثبتكم في المعترك
7.
(Hai orang-orang yang beriman! Jika kalian menolong Allah) yakni
agama-Nya dan Rasul-Nya (niscaya Dia menolong kalian) atas musuh-musuh
kalian (dan meneguhkan telapak kaki kalian) di dalam medan perang.
{ والذين كفروا } من أهل مكة مبتدأ خبره تعسوا يدل عليه { فتعسا لهم } أي هلاكا وخيبة من الله { وأضل أعمالهم } عطف على تعسوا
8.
(Dan orang-orang yang kafir) dari kalangan penduduk Mekah; lafal ayat
ini berkedudukan menjadi Mubtada, sedangkan Khabarnya, niscaya mereka
celaka. Pengertian ini disimpulkan dari firman selanjutnya yaitu (maka
kecelakaanlah bagi mereka) yakni kebinasaan dan kekecewaanlah yang akan
mereka terima dari Allah (dan Allah menyesatkan amal perbuatan mereka)
lafal ayat ini diathafkan pada Ta'isuu yang keberadaannya diperkirakan.
{ ذلك } أي التعس والإضلال { بأنهم كرهوا ما أنزل الله } من القرآن المشتمل على التكاليف { فأحبط أعمالهم }
9.
(Yang demikian itu) kecelakaan dan penyesatan itu (adalah karena
sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah) yakni
Alquran yang diturunkan-Nya, di dalamnya terkandung masalah-masalah
taklif atau kewajiban-kewajiban (lalu Allah menghapuskan pahala
amal-amal mereka.)
{ أفلم يسيروا في الأرض فينظروا كيف كان عاقبة الذين من قبلهم دمر الله
عليهم } أهلك أنفسهم وأولادهم وأموالهم { وللكافرين أمثالها } أي أمثال
عاقبة ما قبلهم
10.
(Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi sehingga mereka
dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum
mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka) atas diri mereka,
dan anak-anak serta harta benda mereka (dan orang-orang kafir akan
menerima hal yang seperti itu) yaitu mereka akan menerima akibat-akibat
yang sama dengan apa yang telah diterima oleh orang-orang kafir sebelum
mereka.
{ ذلك } أي نصر المؤمنين وقهر الكافرين { بأن الله مولى } ولي وناصر { الذين آمنوا وأن الكافرين لا مولى لهم }
11.
(Yang demikian itu) dimenangkannya orang-orang mukmin dan dikalahkannya
orang-orang kafir (karena sesungguhnya Allah adalah pelindung)
pelindung dan penolong (orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya
orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.)
{ إن الله يدخل الذين آمنوا وعملوا الصالحات جنات تجري من تحتها الأنهار
والذين كفروا يتمتعون } في الدنيا { ويأكلون كما تأكل الأنعام } أي ليس لهم
هم الإ بطونهم وفروجهم ولا يلتفتون إلى الآخرة { والنار مثوى لهم } منزل
ومقام ومصير
12.
(Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan
orang-orang yang kafir itu bersenang-senang) di dunia (dan mereka makan
seperti makannya binatang-binatang) tiada lagi yang menjadi kepentingan
mereka selain dari perut dan nafsu syahwatnya dan mereka sama sekali
tidak menoleh sedikit pun kepada masalah akhirat. (Dan neraka adalah
tempat tinggal mereka) atau, tempat menetap dan tempat kembali mereka
untuk selama-lamanya.
{ وكأين } وكم { من قرية } أريد بها أهلها { هي أشد قوة من قريتك } مكة أي
أهلها { التي أخرجتك } روعي لفظ قرية { أهلكناهم } روعي معنى قرية الأولى {
فلا ناصر لهم } من إهلاكنا
13.
(Dan berapa banyaknya) sudah berapa banyak (negeri-negeri) yakni
penduduknya (yang lebih kuat dari penduduk negerimu) lebih kuat daripada
penduduk negeri Mekah (yang telah mengusirmu itu) Dhamir di sini lebih
memperhatikan lafal Qaryah (Kami telah membinasakan mereka) di sini
lebih diperhatikan makna yang terkandung pada lafal Qaryah yang pertama
(maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka) dari kebinasaan yang
Kami lakukan.
{ أفمن كان على بينة } حجة وبرهان { من ربه } وهم المؤمنون { كمن زين له
سوء عمله } فرآه حسنا وهم كفار مكة { واتبعوا أهواءهم } في عبادة الأوثان
أي لا مماثلة بينهما
14.
(Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan) yakni hujah dan
argumentasi (yang datang dari Rabbnya) mereka adalah orang-orang mukmin
(sama dengan orang yang dihiasi oleh keburukan amal perbuatannya) karena
itu lalu ia memandangnya sebagai perbuatan yang baik, mereka adalah
orang-orang kafir Mekah (dan mengikuti hawa nafsunya?) dalam menyembah
berhala-berhala, maksudnya tentu saja tidak ada persamaan di antara
keduanya.
{ مثل } أي صفة { الجنة التي وعد المتقون } المشتركة بين داخليها مبتدأ
خبره { فيها أنهار من ماء غير آسن } بالمد والقصر كضارب وحذر أي غير متغير
بخلاف ماء الدنيا فيتغير بعارض { وأنهار من لبن لم يتغير طعمه } بخلاف لبن
الدنيا لخروجه من الضروع { وأنهار من خمر لذة } لذيذة { للشاربين } بخلاف
خمر الدنيا فإنها كريهة عند الشرب { وأنهار من عسل مصفى } بخلاف عسل الدنيا
فإنه بخروجه من بطون النحل يخالط الشمع وغيره { ولهم فيها } أصناف { من كل
الثمرات ومغفرة من ربهم } فهو راض عنهم مع إحسانه إليهم بما ذكر بخلاف سيد
العبيد في الدنيا فإنه قد يكون مع إحسانه إليهم ساخطا عليهم { كمن هو خالد
في النار } خبر مبتدأ مقدر أي أمن هو في هذا النعيم { وسقوا ماء حميما }
أي شديد الحرارة { فقطع أمعاءهم } أي مصارينهم فخرجت من أدبارهم وهو جمع
معي بالقصر وألفه عن ياء لقولهم معيان
15.
(Perumpamaan) gambaran tentang (surga yang dijanjikan kepada
orang-orang yang bertakwa) dan yang menjadi milik bersama bagi
orang-orang yang memasukinya. Lafal ayat ini menjadi Mubtada, sedangkan
Khabarnya ialah (yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada
berubah rasa dan baunya) dapat dibaca Aasinin atau Asinin, jika dibaca
Aasinin wazannya sama dengan lafal Dhaaribin, jika dibaca Asinin
Wazannya sama dengan lafal Hadzirun. Artinya, airnya tidak berubah atau
tidak berbeda dengan air dunia yang dapat berubah karena ada sesuatu
yang mencampurinya (sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah
rasanya) berbeda dengan air susu di dunia, karena air susu di dunia
keluar dari susu (sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya) sangat
lezat rasanya (bagi peminumnya) berbeda halnya dengan khamar di dunia,
khamar dunia rasanya tidak enak bila diminum (dan sungai-sungai dari
madu yang disaring) berbeda dengan madu di dunia, karena madu di dunia
keluar dari perut tawon kemudian bercampur dengan lilin dan lain
sebagainya (dan mereka memperoleh di dalamnya) berbagai macam jenis
(dari aneka ragam buah-buahan, dan ampunan dari Rabb mereka) Rabb mereka
rela terhadap mereka di samping kebaikan-Nya yang terus melimpah bagi
mereka tanpa henti-hentinya, yaitu berupa kenikmatan-kenikmatan yang
telah disebutkan tadi. Berbeda halnya dengan perihal seorang tuan atau
pemilik hamba sahaya di dunia, karena sesungguhnya sekalipun majikan
dari hamba sahaya itu berbuat baik kepadanya hal itu dibarengi dengan
amarahnya, yakni terkadang sang majikan memarahinya (sama dengan orang
yang kekal dalam neraka) lafal ayat ini menjadi Khabar dari Mubtada yang
diperkirakan keberadaannya yakni, apakah orang yang berada dalam
kenikmatan tersebut sama dengan orang yang kekal di dalam neraka (dan
diberi minuman dengan air yang mendidih) yakni air yang sangat panas
(sehingga memotong-motong ususnya?) artinya, minuman itu menghancurkan
dan mencabik-cabik isi perutnya. Lafal Am'aa adalah bentuk jamak dari
lafal Mi'a, sedangkan huruf Alifnya adalah ganti dari huruf Ya, karena
sebagian dari mereka ada yang mengatakan Mi'yaani.
{ ومنهم } أي الكفار { من يستمع إليك } في خطبة الجمعة وهم المنافقون {
حتى إذا خرجوا من عندك قالوا للذين أوتوا العلم } لعلماء الصحابة منهم ابن
مسعود وابن عباس استهزاء وسخرية { ماذا قال آنفا } بالمد والقصر أي الساعة
أي لا نرجع إليه { أولئك الذين طبع الله على قلوبهم } بالكفر { واتبعوا
أهواءهم } في النفاق
16.
(Dan di antara mereka) orang-orang kafir itu (ada orang yang
mendengarkan perkataanmu) sewaktu kamu berkhutbah Jumat, mereka adalah
orang-orang munafik (sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka
berkata kepada orang-orang yang telah diberi ilmu pengetahuan) dari
kalangan sahabat Nabi saw. antara lain adalah Ibnu Masud dan Ibnu Abbas
radhiallahu ‘anhuma; mereka mengatakan kepadanya dengan nada sinis dan
mengejek, ("Apakah yang dikatakannya tadi?") dapat dibaca Aanifan atau
Anifan, maksudnya kami kurang jelas. (Mereka itulah orang-orang yang
dikunci mati hati mereka oleh Allah) dengan kekafiran (dan mengikuti
hawa nafsu mereka) dalam kemunafikan.
{ والذين اهتدوا } وهم المؤمنون { زادهم } الله { هدى وآتاهم تقواهم } ألهمهم ما يتقون به النار
17. (Dan orang-orang yang mendapat petunjuk) mereka adalah orang-orang mukmin (Dia menambah kepada mereka) yakni Allah
(petunjuk dan memberikan kepada mereka -balasan- ketakwaannya)
maksudnya, Allah memberikan ilham kepada mereka untuk mengamalkan
hal-hal yang dapat memelihara diri mereka dari neraka.
{ فهل ينظرون } ما ينتظرون أي كفار مكة { إلا الساعة أن تأتيهم } بدل
اشتمال من الساعة أي ليس الأمر إلا أن تأتيهم { بغتة } فجأة { فقد جاء
أشراطها } علاماتها : منها بعثة النبي صلى الله عليه و سلم وانشقاق القمر
والدخان { فأنى لهم إذا جاءتهم } الساعة { ذكراهم } تذكرهم أي لا ينفعهم
18.
(Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu) maksudnya tiadalah yang
ditunggu-tunggu, oleh orang-orang kafir Mekah (melainkan hari kiamat
yaitu kedatangannya kepada mereka) lafal An Ta'tiyahum menjadi Badal
Isytimal dari lafal As-Saa'ah; yakni, perkaranya tiada lain hanyalah
menunggu kedatangan kiamat kepada mereka (dengan tiba-tiba) atau secara
sekonyong-konyong (karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya)
alamat-alamatnya, antara lain diutusnya Nabi saw., terbelahnya bulan dan
munculnya Ad-Dukhaan. (Maka apabila ia datang kepada mereka apakah
faedahnya) yang dimaksud adalah kedatangan hari kiamat (kesadaran
mereka) keinsafan mereka, tidak ada manfaatnya lagi buat mereka.
{ فاعلم أنه لا إله إلا الله } أي دم يا محمد على علمك بذلك النافع في
القيامة { واستغفر لذنبك } لأجله قيل له ذلك مع عصمته لتستن به أمته وقد
فعله قال صلى الله عليه و سلم : [ إني لأستغفر الله في كل يوم مئة مرة ] {
وللمؤمنين والمؤمنات } فيه إكرام لهم بأمر نبيهم بالإستغفار لهم { والله
يعلم متقلبكم } متصرفكم لأشغالكم في النهار { ومثواكم } مأواكم إلى مضاجعكم
بالليل أي هو عالم بجميع أحوالكم لا يخفى عليه شيء منها فاحذروه والخطاب
للمؤمنين وغيرهم
19.
(Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah)
maksudnya, tetaplah engkau hai Muhammad pada prinsipmu yang demikian
itu, karena itu bermanfaat kelak di hari kiamat (dan mohonlah ampunan
bagi dosamu) yakni demi dosamu. Menurut suatu pendapat disebutkan, bahwa
dikatakan demikian kepada Nabi Muhammad
dimaksud sebagai pelajaran buat umatnya, supaya mereka meniru jejaknya.
Sedangkan bagi nabi dima'shum atau terpelihara dari perbuatan dosa.
Memang Nabi
telah mengerjakan hal ini sebagaimana yang diungkapkan di dalam salah
satu sabdanya yang mengatakan, "Sesungguhnya aku selalu memohon ampun
kepada Allah sebanyak seratus kali untuk setiap harinya." (dan bagi dosa
orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan) di dalam ungkapan ayat ini
terkandung penghormatan buat mereka, karena Allah
memerintahkan kepada nabi supaya memintakan ampun buat mereka. (Dan
Allah mengetahui tempat kalian berusaha) tempat kalian bergerak di siang
hari dalam rangka mencari upaya penghidupan (dan tempat tinggal kalian)
maksudnya, tempat kalian beristirahat di tempat tidur kalian pada malam
hari. Makna yang dimaksud ialah bahwa Allah
mengetahui semua hal ikhwal kalian, tiada sesuatu pun yang samar
bagi-Nya, maka berhati-hatilah kalian kepada-Nya. Khitab dalam ayat ini
ditujukan kepada orang-orang mukmin dan lain-lainnya.
{ ويقول الذين آمنوا } طلبا للجهاد { لولا } هلا { نزلت سورة } فيها ذكر
الجهاد { فإذا أنزلت سورة محكمة } أي لم ينسخ منها شيء { وذكر فيها القتال }
أي طلبه { رأيت الذين في قلوبهم مرض } أي شك وهم المنافقون { ينظرون إليك
نظر المغشي عليه من الموت } خوفا منه وكراهة له أي فهم يخافون من القتال
ويكوهونه { فأولى لهم } مبتدأ خبره :
20.
(Dan orang-orang yang beriman berkata) dalam rangka meminta berjihad,
("Mengapa tidak) atau kenapa tidak (diturunkan suatu surah?") yang di
dalamnya disebutkan masalah jihad. (Maka apabila diturunkan suatu surah
yang muhkam) tiada suatu ayat pun darinya yang dimansukh (dan disebutkan
di dalamnya perintah perang) anjuran untuk berperang bagi kalian
(kalian lihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit) berupa
keragu-raguan dalam memeluk agamamu, mereka adalah orang-orang munafik
(melihat kepadamu dengan pandangan seperti orang yang pingsan) tidak
sadarkan diri (karena takut mati) khawatir akan mati dan benci
kepadanya; maksudnya mereka takut menghadapi peperangan dan sangat benci
kepadanya. (Maka hal yang lebih utama bagi mereka) lafal ayat ini
berkedudukan menjadi Mubtada, sedangkan Khabarnya ialah:
{ طاعة وقول معروف } أي حسن لك { فإذا عزم الأمر } أي فرض القتال { فلو
صدقوا الله } في الإيمان والطاعة { لكان خيرا لهم } وجملة لو جواب إذا
21.
(Adalah taat dan mengucapkan perkataan yang baik) artinya bersikap baik
terhadapmu. (Apabila telah tetap perintah) maksudnya, perang telah
difardukan. (Maka jika mereka menepati kepada Allah) dalam beriman dan
taat kepada-Nya (niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka)
Jumlah yang jatuh sesudah Lau merupakan Jawab dari lafal Idzaa.
{ فهل عسيتم } بكسر السين وفتحها وفيه التفات عن الغيبة إلى الخطاب أي
لعلكم { إن توليتم } أعرضتم عن الإيمان { أن تفسدوا في الأرض وتقطعوا
أرحامكم } أي تعودوا إلى أمر الجاهلية من البغي والقتال
22.
(Maka apakah sekiranya) dapat dibaca `Asaitum atau `Asiitum, di dalam
ungkapan ini terkandung ungkapan Iltifat dari Ghaibah kepada Mukhathab;
maksudnya barangkali kalian (jika kalian berpaling) memalingkan diri
dari iman (kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan
hubungan kekeluargaan) maksudnya, kalian akan kembali kepada akhlak
jahiliyah, yaitu gemar mengadakan kerusakan dan peperangan.
{ أولئك } أي المفسدون { الذين لعنهم الله فأصمهم } عن استماع الحق { وأعمى أبصارهم } عن طريق الهدى
23.
(Mereka itulah) yakni orang-orang yang merusak itu (orang-orang yang
dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka) dari mendengarkan
perkara yang hak (dan dibutakan-Nya mata mereka) dari jalan petunjuk.
{ أفلا يتدبرون القرآن } فيعرفون الحق { أم } بل { على قلوب } لهم { أقفالها } فلا يفهمونه
24.
(Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran) yang dapat membimbing
mereka untuk mengetahui perkara yang hak (ataukah) sebenarnya (pada
hati) mereka (terdapat kuncinya) karena itu mereka tidak dapat memahami
kebenaran.
{ إن الذين ارتدوا } بالنفاق { على أدبارهم من بعد ما تبين لهم الهدى
الشيطان سول } أي زين { وأملي لهم } بضم أوله وبفتحه واللام والمملي
الشيطان بإرادته تعالى فهو المضل لهم
25.
(Sesungguhnya orang-orang yang kembali) karena nifaq (ke belakang
sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka
memandang baik) artinya, setan telah menghiasi mereka (dan memanjangkan
angan-angan mereka) dapat dibaca Umlii atau Amlaa; yang memanjangkan
angan-angan mereka adalah setan berdasarkan kehendak dari Allah karena pada kenyataannya Dialah yang menyesatkan mereka.
{ ذلك } أي إضلالهم { بأنهم قالوا للذين كرهوا ما نزل الله } أي للمشركين {
سنطيعكم في بعض الأمر } أي المعاونة على عداوة النبي صلى الله عليه و سلم
وتثبيط الناس عن الجهاد معه قالوا ذلك سرا فأظهره الله تعالى { والله يعلم
إسرارهم } بفتح الهمزة جمع وبكسرها مصدر
26.
(Yang demikian itu) yakni kesesatan mereka itu (karena sesungguhnya
mereka itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang
diturunkan Allah) yakni berkata kepada orang-orang musyrik, ("Kami akan
mematuhi kalian dalam beberapa urusan") yaitu bersedia untuk membantu
dalam memusuhi Nabi saw. dan menghasut kaum muslimin supaya mereka tidak
mau berjihad bersamanya. Orang-orang munafik itu mengatakan demikian
secara rahasia, akan tetapi kemudian Allah
menampakkannya (sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka) kalau dibaca
Asraarahum berarti bentuk jamak dari lafal Sirrun yang artinya rahasia,
kalau dibaca Israarahum berarti Mashdar.
{ فكيف } حالهم { إذا توفتهم الملائكة يضربون } حال من الملائكة { وجوههم وأدبارهم } ظهورهم بمقامع من حديد
27.
(Bagaimanakah) keadaan mereka (apabila malaikat mencabut nyawa mereka
seraya memukul) lafal Yadhribuuna merupakan Hal atau kata keterangan
keadaan dari malaikat (muka dan punggung mereka) dengan pemukul-pemukul
dari besi.
{ ذلك } التوفي على الحالة المذكورة { بأنهم اتبعوا ما أسخط الله وكرهوا رضوانه } أي العمل بما يرضيه { فأحبط أعمالهم }
28.
(Yang demikian itu) yakni, kematian mereka seperti yang telah
disebutkan tadi (karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang
menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridaan-Nya)
artinya, mereka tidak mau mengamalkan hal-hal yang membuat keridaan-Nya
(sebab itu Allah menghapus pahala amal-amal mereka.)
{ أم حسب الذين في قلوبهم مرض أن لن يخرج الله أضغانهم } يظهر أحقادهم على النبي صلى الله عليه و سلم والمؤمنين
29.
(Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam kalbunya mengira bahwa
Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka) kepada Nabi dan orang-orang mukmin?
{ ولو نشاء لأريناكهم } عرفناكهم وكررت اللام في { فلعرفتهم بسيماهم }
علامتهم { ولتعرفنهم } الواو لقسم محذوف وما بعدها جوابه { في لحن القول }
أي معناه إذا تكلموا عندك بأن يعرضوا بما فيه تهجين أمر المسلمين { والله
يعلم أعمالكم }
30.
(Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu)
atau Kami kenalkan mereka kepadamu, kemudian huruf Lam Taukid diulangi
pada firman berikutnya (sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka
dengan tanda-tanda) berikut ciri-ciri khas mereka. (Dan sungguh kamu
benar-benar akan mengenal mereka) huruf Wawu menunjukkan makna bagi
Qasam atau sumpah yang tidak disebutkan, sedangkan lafal sesudahnya
merupakan Jawabnya (dari kiasan-kiasan perkataan mereka) atau makna
perkataan mereka, bilamana mereka berkata di hadapanmu mereka pasti
menyindir dengan kata-kata yang mengandung hinaan terhadap perkara kaum
muslimin (dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian.)
{ ولنبلونكم } نختبرنكم بالجهاد وغيره { حتى نعلم } على ظهور { المجاهدين
منكم والصابرين } في الجهاد وغيره { ونبلو } نظهر { أخباركم } من طاعتكم
وعصيانكم في الجهاد وغيره بالياء والنون في الأفعال الثلاثة
31.
(Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian) mencoba kalian
dengan berjihad dan lainnya (agar Kami mengetahui) dengan pengetahuan
yang tampak (orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian)
dalam berjihad dan lainnya (dan agar Kami menyatakan) menampakkan (hal
ikhwal kalian) tentang ketaatan kalian dan kedurhakaan kalian di dalam
masalah jihad dan masalah-masalah lainnya. Ketiga Fi'il yang ada dalam
ayat ini, ketiga-tiganya dapat dibaca dengan memakai huruf Mudhara'ah Ya
atau Nun.
{ إن الذين كفروا وصدوا عن سبيل الله } طريق الحق { وشاقوا الرسول }
خالفوه { من بعد ما تبين لهم الهدى } هو معنى سبيل الله { لن يضروا الله
شيئا وسيحبط أعمالهم } يبطلها من صدقة ونحوها فلا يرون لها في الآخرة ثوابا
نزلت في المطعمين من أصحاب بدر أو في قريظة والنضير
32.
(Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalang-halangi jalan Allah)
jalan yang hak (dan memusuhi rasul) atau menentangnya (setelah petunjuk
itu jelas bagi mereka) yang dimaksud petunjuk adalah jalan Allah tadi
(mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah
akan menghapuskan amal mereka) seperti sedekah dan lain-lainnya, yaitu
pahalanya. Di akhirat kelak mereka tidak akan dapat melihat pahalanya.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir yang terlibat
dalam perang Badar, atau orang-orang kafir Bani Quraizhah dan Bani
Nadhir.
{ يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول ولا تبطلوا أعمالكم } بالمعاصي مثلا
33.
(Hai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada
rasul dan janganlah kalian merusakkan amal-amal kalian) dengan melakukan
perbuatan-perbuatan maksiat, umpamanya.
{ إن الذين كفروا وصدوا عن سبيل الله } طريقه وهو الهدى { ثم ماتوا وهم كفار فلن يغفر الله لهم } نزلت في أصحاب القليب
34.
(Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi jalan Allah)
tuntunan-Nya, yaitu jalan petunjuk (kemudian mereka mati dalam keadaan
kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka)
ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir yang dikubur di
Al-Qulaib, seusai perang Badar.
{ فلا تهنوا } تضعفوا { وتدعوا إلى السلم } بفتح السين وكسرها أي الصلح مع
الكفار إذا لقيتموهم { وأنتم الأعلون } حذف منه واو لام الفعل : الأغلبون
القاهرون { والله معكم } بالعون والنصر { ولن يتركم } ينقصكم { أعمالكم }
أي ثوابها
35.
(Janganlah kalian lemah) merasa lemah (dan minta damai) dapat dibaca
As-Salmi atau As-Silmi, artinya damai bersama dengan orang-orang kafir
bila kalian bertemu dengan mereka dalam perang (padahal kalianlah yang
di atas) lafal Al-A'launa asalnya adalah Al-A'lawuuna, kemudian Wawu Lam
Fi'ilnya dibuang sehingga jadilah Al-A'launa, artinya, yang menang dan
yang mengalahkan (dan Allah pun beserta kalian) yakni bantuan dan
pertolongan-Nya (dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi) Allah tidak
akan mengurangi kalian (amal-amal kalian) pahala amal-amal kalian.
{ إنما الحياة الدنيا } أي الإشتغال فيها { لعب ولهو وإن تؤمنوا وتتقوا }
الله وذلك من أمور الآخرة { يؤتكم أجوركم ولا يسألكم أموالكم } جميعها بل
الزكاة المفروضة فيها
36.
(Sesungguhnya kehidupan dunia) maksudnya, menyibukkan diri dalam
kehidupan dunia (hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kalian
beriman serta bertakwa) kepada Allah, yang demikian itu adalah termasuk
perkara akhirat (Allah akan memberikan pahala kepada kalian dan Dia
tidak akan meminta harta-harta kalian) semuanya, melainkan hanya zakat
yang diwajibkan.
{ إن يسألكموها فيحفكم } يبالغ في طلبها { تبخلوا ويخرج } البخل { أضغانكم } لدين الإسلام
37.
(Jika Dia memintanya dari kalian lalu mendesak kalian) mendesak meminta
zakat tersebut (niscaya kalian akan kikir dan keluarlah) karena
kekikiran kalian (kedengkian kalian) terhadap agama Islam.
{ ها أنتم } يا { هؤلاء تدعون لتنفقوا في سبيل الله } ما فرض عليك { فمنكم
من يبخل ومن يبخل فإنما يبخل عن نفسه } يقال بخل عليه وعنه { والله الغني }
عن نفقتكم { وأنتم الفقراء } إليه { وإن تتولوا } عن طاعته { يستبدل قوما
غيركم } أي يجعلهم بدلكم { ثم لا يكونوا أمثالكم } في التولي عن طاعته بل
مطيعين له عز و جل
38.
(Ingatlah kalian) wahai, kalian ingatlah (kalian ini orang-orang yang
diajak untuk menafkahkan harta kalian pada jalan Allah) maksudnya untuk
menafkahkan apa yang telah diwajibkan atas kalian, yaitu zakat. (Maka di
antara kalian ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya
dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri) lafal Bakhila dapat
bermuta'addikan 'Ala atau 'An, untuk itu dapat dikatakan Rakhila 'Alaihi
dan Bakhila 'Anhu. (Dan Allahlah Yang Maha Kaya) artinya, tidak
membutuhkan infak kalian (sedangkan kalianlah orang-orang yang berhajat)
kepada-Nya (dan jika kalian berpaling) dari taat kepada-Nya (niscaya
Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain) Dia akan menjadikan
yang lain sebagai pengganti kalian (dan mereka tidak akan seperti
kalian) tidak akan berpaling dari taat kepada-Nya, bahkan mereka
benar-benar akan taat kepada-Nya.