Peran Pesantren Kilat dalam Peningkatan Pengamalan Ibadah Siswa

Istilah Pesantern Kilat mengandung dua kata yaitu pesantren dan kilat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia " Pesantren berarti asrama tempat santri ata

  Peranan Pesantren Kilat dalam Peningkatan Pengamalan Ibadah Siswa

Pesantren kilat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah dalam bidang pendidikan agama Islam untuk memperdalam pemahaman agama, pembinaan akhlak dan pengamalan ibadah kepada siswa yang waktunya dilakukan pada saat liburan sekolah dan/atau bulan Ramadhan.

Kegiatan pesantren kilat meliputi bimbingan keimanan, bimbingan akhlak, bimbingan praktek ibadah, dan bimbingan praktek membaca  al-Qur'an.

Daftar Isi

  1. Pesantren Kilat
    1. Pengertian Pesantren Kilat
    2. Tujuan Pesantren Kilat 
      1. Tujuan Umum
      2. Tujuan Khusus
    3. Isi Program Pesantren Kilat
      1. Bimbingan keimanan
      2. Bimbingan akhlak
      3. Bimbingan praktek ibadah
      4. Bimbingan praktek mambaca Al-qur'an
      5. Macam-macam do'a yang diajarkan
    4. Strategi yang dilakukan dalam kegiatan pesantren kilat 
    5. Peran Guru dan Siswa dalam kegiatan pesantren kilat
  2. Ibadah dan Pengamalannya dalam Kehidupan Sehari-hari 
    1. Pengertian lbadah
    2. Ruang Lingkup dan Macam-Macam Ibadah
    3. Kompetensi dalam Pembelajaran Ibadah
  3. Peran Pesantren Kilat dalam Penghayatan Pengamalan lbadah 
    1. Proses pengajaran yang diberikan kepada siswa
      1. Informasi atau penjelasan
      2. Latihan
      3. Pembiasaan 
    2. Bimbingan yang diberikan meliputi 
      1. Nasehat
      2. Teladan
      3. Disiplin
      4. Kontrol
  4. Topik Pesantren Terbaru


A.    Pesantren Kilat

1.    Pengertian Pesantren Kilat.         

Istilah Pesantern Kilat mengandung dua kata yaitu pesantren dan kilat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia " Pesantren berarti asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji pondok."1

Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang di dalamnya terdapat seorang kyai (pendidik) yang tugasnya mendidik dan mengajar para santri (siswa) yang bertempat tinggal (mondok/menginap) dengan mengunakan asrama (pondokan) untuk tinggal dan masjid untuk ibadah dan mengaji (belajar). Sedangkan Kilat maksudnya karena  para  santri  mondok (beJajar) dalam  waktu  yang  singkat, umpamanya untuk siswa SD dilaksanakan selama 6 (enam) hari.2

Dalam pengertian khusus pesantren kilat adalah " Kegiatan pendidik an agama Islam yang diikuti oleh siswa SD, SLTP, dan SMU/SMK yang memeluk agama Islam serta dilaksanakan oleh sekolah pada waktu libur."3

Dengan demikian pesantren kilat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh . sekolah  dalam  bidang  pendidikan  agarna  Islam  untuk  memperdalam pemahaman  agama,  pembinaan  akhlak  dan  pengamalan  ibadah  kepada  siswa yang waktunya dilakukan pada saat liburan sekolah dan/atau bulan Ramadhan.

2.    Tujuan Pesantren Kilat.

Sebagaimana  dijelaskan  dalam buku  Pendidikan  Agama  Islam  Modul Pesantren Kilat, tujuan khusus serta materi pesantren kilat adalah sebagai berikut:

a.    Tujuan Umum.

Tujuan umum pesantren kilat adalah untuk: meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada  Allah  SWT, serta  berakhlak  mulia  dalam  kehidupan  pribadi,  bermasyarakat,  berbangsa
dan bernegara.

b.    Tujuan Khusus

Tujuan khusus pesantran kilat meliputi :

1) Memperdalam, memantapkan   dan   meningkatkan penghayatan   ajaran agama Islam, khususnya tentang keimanan, akhlak, ibadah dan AI-qur'an.

2) Menerapkan dan mengamalkan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk mental spiritual yang tangguh, memiliki kepribadian yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan­ tantangan negatif, baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya.
 
3) Untuk membentuk sikap/prilaku agar berkepribadian muslim dan berakhlak mulia yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

4) Untuk meningkatkan pengamalan ajaran-ajaran agama Islam, sesuai dengan taraf perkembangan usia siswa SD, yang terwujud da1am kehidupan sehari-hari.

3.    Isi Program Pesantren Kilat 

Kegiatan pesantren kilat meliputi :

a). Bimbingan keimanan, materi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan keimanan kepada siswa mencakup tentang :

I) Pengertian Iman
2) Rukun Iman     
3) Pengertian Islam
4) Pengertian Ihsan

b).  Bimbingan akhlak,  

materi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan akhlak kepada siswa meliputi

I) Kisah Alqomah (anak yang durhaka),
2) Akhlak terhadap sesama muslim
3) Cara berbuat baik kepada sesama muslim
4) Sifat-sifat tercela
5) Patuh terhadap orang tua
6) Akhlak Mahmudah
7) Akhlak Madzmumah

c).   Bimbingan praktek ibadah, 

materi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan ibadah kepada siswa, mencakup ;
I ) Shalat Tarawih, Witir, Idul Fitri

2) Shalat Jum'at, Qasar dan Jama'

3) Shalat Tahajud, Dhuha, Tahiyatul Masjid.

4) Shalat Sunnah lainnya.

d). Bimbingan praktek mambaca Al-qur'an

mencakup ; 

1)  Praktek membaca Al-qur'an

2)  Menghafa1 surat-surat pendek

3)  Membaca dengan tajwid

4)  Menyalin surat Al-qur'an

5)  Riwayat turunnya Al-qur'an.

e). Macam-macam do'a yang diajarkan ;

1)  Do'a untuk kedua orang tua     
2)  Do'a sebelum makan
3)  Do'a sebelum tidur
4)  Do'a setelah selesai shalat wajib

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas disampaikan  kepada  para  santri dalam bentuk bimbingan, yakni  memberikan  penga1aman,  sehingga  tertanam pada diri santri sikap yang positif dan kebiasaan mengamalkan ajaran Islam. Dan pemberian  materi  dalam  kegiatan  pesantren  kilat  adalah materi-materi  yang bersifat praktis yang langsung dapat diamalkan oleh para santri.

4.    Strategi yang dilakukan dalam kegiatan pesantren kilat.

Strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. 4 Strategi belajar mengajar berarti sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam peiwujudan  kegiatan  belajar  mengajar  untuk  mencapai  tujuan  yang  telah
digariskan.5.         

a.    Pendekatan di lihat dari siswa

Strategi  yang  digunakan  dalam  melihat  dari  pendekatan  siswa,  dengan menggunakan beberapa pendekatan, diantaranya :

1 . Pendekatan individual, dimana dengan pendekatan ini guru melihat bahwa setiap anak didik memiliki gaya belajar yang berbeda, prilaku yang beraneka ragam, daya serap, tingkat kecerdasan dan sebagainya.karena guru harus mampu memperhatikan perbedaan tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
2.    Pendekatan kelompok, pendekatan ini diharapkan akan menumbuhkan rasa social  yang tinggi pada diri setiap anak, mereka dibina untuk tidak
 terlalu mementingkan  diri sendiri, tetapi  harus memiliki  sifat kesetia kawanan.
3.    Pendekatan edukatif, tindakan yang dilakukan guru kepada s1swa merupakan tindakan yang bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak agar menghargai norma hukum, norma sosial, norma susila dan norma agama.

b.  Metode Pendidikan Agama Islam

Metode pendidikan agama Islam adalah ilmu yang membahas cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan pendidikan agama Islam.6 Keberhasilam atau kegagalan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar banyak ditentukan oleh metode yang digunakan.
Keberadaan metodologi pengaJaran menunjukkan pentingnya kedudukan metode dalam sistem pengajaran. Tujuan dan Isi pengajaran yang baik tanpa didukung metode penyampaian yang baik dapat melahirkan basil yang tidak baik. Atas dasar itu pendidikan Islam menaruh perhatian yang besar terhadap masalah metode.

Mahmud Syaltut di dalam bukunya ila al-Qur 'an al-Karim, mengemukakan kandungan al-Qur'an yang secara garis besar terdiri atas tiga petunjuk, yaitu ;
1.    Petunjuk tentang akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia dan tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan serta kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
2.    Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma­ nonna keagamaan dan susila yang harus diikuti  oleh  manusia  dalam kehidupan baik individual maupun kolektif.
3.    Petunjuk mengenai syariat dan hokum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang hams diikuti oleh manusia dalam hubw1gannya dengan Tuhan dan sesama.

Dalam  menyajikan  maksud-maksud  tersebut,  Al-Qur'an  menggunakan metode-metode tertentu, yang secara umum mencakup metode, sebagai berikut ;

1. Mengajak manusia untuk memperhatikan dan mengkaji segala ciptaan Allah sehingga mengetahui rahasia-rahasia-Nya yang terdapat di alam semesta.

2.    Menceritakan kisah urnat terdahulu, baik orang-orang yang mengerjakan kebaikan maupun orang-orang yang mengadakan kerusakan, sehingga dari kisah itu manusia dapat mengambil pelajaran tentang hukum sosial yang diberlakukan Allah terhadap mereka.

3.    Menghidupkan kepekaan  batin manusia yang mendorongnya untuk bertanya dan berfikir tentang awal dan materi kejadiannya, kehidupannya, dan kesudahannya, sehingga insyaf akan Tuhan yang menciptakan segala kekuatan.

4.    Memberi kabar gembira dan janji serta peringatan dan ancaman.
 
Sistem belajar mengajar yang dipilih dalam kegiatan perantren kilat adalah Ekspository Leaming, dalam sistem  ini guru menyajikan dalam bentuk yang telah dipersiapkan dengan rapi, sistematis dan Jengkap, sehingga anak didik tinggal menyimak dan mencerna saja secara tertib dan teratur. Secara garis besar prosedur ini adalah ;

a.    Preparasi, guru mempersiapakn bahan selengkapnya secara sistmatis dan rapi.

b.    Apersepsi, guru bertanya atau memberikan uraian singkat untuk mengarahkan perhatian anak didik kepada materi yang akan diajarkan.

c.    Presentasi, guru menyajikan bahan dengan cara memberikan ceramah atau menyuruh anak didik membaca bahan yang telah disiapkan dari buku teks tertentu atau yang ditulis guru sendiri.

d.    Resitasi, guru bertanya dan anak didik menjawab sesuai dengan bahan yang dipelajari, atau anak didik disuruh menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri (resitasi) tentang pokok-pokok masalah yang telah  dipelajari,  baik yang dipelajari secara lisan maupun tulisan.

5.    Peran Guru dan Siswa dalam kegiatan pesantren kilat

Guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengaJar. Dipundaknya terpikul tanggung jawab utama keefektifan seluruh usaha kependidikan persekolahan.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Pasal 27 ayat (3) dikemukakan bahwa guru adalah tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan  tugas  utama  mengajar.  Disamping  itu,  ia  mempunyai  tugas  lain  yang bersifat pendukung, yaitu membimbing dan mengelola administrasi sekolah.7

Sebagai pengajar,  guru mempunyai tugas menyelenggarakan proses belajar mengajar. Sebagai pembimbing, guru mempunyai tugas memberi bimbingan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, sebab proses belajar siswa berkaitan erat dengan berbagai masalah  di luar kelas yang sifatnya non akademis. Tugas guru sebagai administrator mencakup ketatalaksanaan bidang pengajaran dan ketatalaksanaan pada umumnya seperti mengelol sekolah, memanfaatkan  prosedur  dan mekanisme  pengelolaan  tersebut untuk melancarkan tugasnya, se1ta bertindak sesuai dengan etika jabatan. 8

Bardasarkan peran guru di atas dalam kegiatan pesantren kilat, semua unsur guru yang mengajar di sekolah tidak terkecuali kepala sekolah ikut terlibat dalam kegiatan pesantren kilat, baik yang berupa pengajaran maupun bimbingan. Namun waktu keberadaannya tidak bersamaan tetapi dibuatkan jadwal sehingga setiap guru mempunyai tanggung jawab. Dan siswa yang ikut dalam kegiatan ini
adalah  seluruh  siswa  kelas  III sampai  dengan  siswa  kelas  VI yang  beragama Islam.

B.    Ibadah dan Pengamalannya Dalam Kehidupan Sehari-hari.

1.    Pengertian lbadah
Kata "lbadah" (   عبادة ) yang berasal dari bahasa Arab telah menjadi bahasa Melayu yang terpakai dipahami secara baik oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Melayu atau Indonesia. Ibadah dalam bahasa Arab diartikan dengan berbakti, berkhidmat, tunduk, patuh, mengesakan dan merendahkan diri.9
Dalam istilah Melayu diartikan perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah yang didasari ketaatan untuk: mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Juga diartikan segala usaha lahir dan batin sesuai dengan perintah Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan dan keselarasan hidup, baik terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun terhadap alam semesta. 10
Ibadah berarti bakti manusia kepada Allah SWT karena didorong dan dibangkitkan oleh aqidah tauhid. Ia juga berarti memusatkan pengabdian hanya kepada Allah semata-mata, tidak ada yang disembah dan dipuja kecuali Allah saJa.

Di dalam Al-qur'an surat Adz-Dzariyat , Allah berfirman :

Artinya : ' Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku (Q.S. Adz-Dzariyat  : 56) 12

Majelis Tarjih Muhammadiyah mendefiniskan ibadah sebagai berikut : "Ibadah ialah bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, dengan  menaati segala perintah Nya, menjauhi larangan Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan-Nya Ibadah itu ada yang umum dan ada yang khusus ; a yang umum ialah segala amalan yang diizinkan Allah. B. Yang khusus ialah apa yang telah ditetapkan   Allah   akan   rincian-rinciannya,    tingkat   dan   cara-caranya   yang tertentu.., "13

Dengan demikian berarti ibadah adalah bakti manusia  kepada  Allah SWT   dengan   cara   menjalankan   segala   perintah-Nya   dan   menjauhi   segala larangan-Nya.     

Ibadah dilakukan dengan penuh rasa ketaatan terhadap Allah S'A1, mengharapkan keridhaan dan perlindungan dari Allah dan sebagai penyampai an rasa syukur atas segala nikmat hidup yang telah diterima dari Allah Ibadah  dilakukan  sesuai  dengan  petunjuk  yang  diberikan  oleh  Allah, meskipun dalam keadaan tertentu apa yang dikehendaki Allah untuk. dilakukan itu berada C'i luarjangkauan akal dan nalar manusia.

2. Ruang Lingkup dan Macam-Macam Ibadah.

Secara garis besar  ibadah  di bagi  dua yaitu  ibadah  mahdhah  (ibadah secara langsung) dan ibadah ijtima'iyah atau ibadah  sosial  (ibadah  tidak langsung).14 lbadah mahdhah dilakukan untuk memenuhi kehendak Allah yang bentuk dan cara pelaksanaannya  sepenuhnya dilakukan  sesuai dengan kehendak dan petunjuka Allah dan penjelasan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ibadah ijtima,iyah atau ibadah sosial adalah ibadah yang dilakukan oleh manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia serta lingkungannya  (muamalah), yang hubungan  atau perbuatan  itu dilakukan dalam rangka memenuhi kehendak Allah.

Ibadah mahdhah merupakan bentuk ibadah yang telah ditetapkan aturannya, caranya dan ukurannya seperti salat, puasa, zakat dan haji. Dan ibadah sosial atau muamalah merupakan ibadah yang tidak ditetapkan aturan, ukuran dan tata caranya, seperti menolong orang yang dalam  kesusahan,  terkena musibah, perkawinan , hukum, jual beli dan sebagainya, bentuk ibadah yang kedua ini waktu, cara dan kadamya diserahkan pada kesanggupan manusia untuk melaksanakannya, namun dilakukan dengan  didasarkan  semata-mata  ihklas kepada Allah.

Pada dasarnya ibadah itu mempunyai manfaat yang besar bagi manusia, baik  manfaat  yang  sudah  diterima  langsung  maupun  yang  beJum.  Walaupun ibadah ditujukan kepada Allah namun keuntungan ibadah itu adalah semata-mata untuk manusia yang melakukannya dan bukan untuk Allah .
Sebagaimaila disebutkan di atas bahwa  ibadah  itu  dilakukan berdasarkan petunjuk yang telah ditetapkan. Dan petunjuk tersebut menyangk:ut ruklin, syarat, kaifiyat dan mubthihat. 15

Rukun mengandung arti sesuatu yang mesti dilakukan dan ia merupakan bagian dari perbuatan yang dilakukan itu, umpamanya  ruku'  dan sujud dalam shalat. Syarat adalah sesuatu yang mesti dilakukan, namun ia berada di luar perbuatan itu, seperti wudhu menjadi syarat untuk shalat. Kaifiyat berarti tata cara dalam melakukan sesuatu yang di dalamnya termasuk wajib dan dipersyaratkan dan tennasuk pula perbuatan sunat dalam perbuatan itu, seperti rangkaian perbuatan shalat secara sempurna. Mubthilat adalah sesuatu yang dapat merusak arti dari apa yang dilakukan dan menjadikannya tidak sah meskipun rukun    dan    syaratnya    sudah    dipenuhi.    Umpamanya    bersetubuh    waktu melaksanakan puasa.16     

Yang tennasuk ke dalam ibadah pokok itu adalah yang menjadi rukun Islam dalam arti akan dinyatakan keluar dari Islam bila sengaja meninggalkannya, yaitu ; shalat, zakat, puasa dan haji, yang kesemuanya didahului oleh ucapan syahadat. 17

Berdasarkan petikan di atas berarti yang merupakan ibadah pokok adalah meliputi ; shalat. puasa, zakat dan haji. Dibawah ini penulis mencoba menguraikan masalah ibadah tersebut satu persatu secara ringkas, sebagai berikut;


a.    Shalat

Shalat  ialah  ibadah  dengan  menghadapkan  hati  kepada  Allah  Swt. Dilakukan  dengan  beberapa  pcrkataan  dan  perbuatan  yang  dimulai  dengan
takbir  dan  diakhiri  dengan  ucapan  salam  beserta  syarat  dan  ruk un  yang ditentukan oleh syara' (hukum Islam).18
Secara lughawi atau arti kata shalat mengand ung beberapa arti beragam itu dapat ditemukan dalam Al-qur'an, contohnya ; shalat yang berarti do'a terdapat di dalam surat At Taubah ayat I 03 ;
 
Artinya :

Berdo 'a untuk mereka, sesungguhnya  do 'a kamu ilu (menjadi) ketentraman jiw a bari mereka. (Q.S. At-Taubah : 103/ 9     
Kata  shalat juga  dapat berarti  memberi  berkah,  sebagaimana  terdapat  dalam surat Al-Ahzab ayat 56 ;
Artinya :

Sesungguhnya Allah  dan para  malaikat-Nya  memberi  berkah kepada Nabi. (Q.S. Al-Ahzab : 56).20
Hukum shalat adalah wajib "ain dalam arti kewajiban yang ditujukan kepada setiap orang telah dikenai beban hukum (mukallaf) dan tidak lepas kewajiban seseorang dalam shalat kecuali bila telah dilakukannya sendiri sesuai dengan ketentuannya dan tidak dapat diwakilkan pelaksanaannya;  karena yang
dikehendaki Allah dalam perbuatan itu adalah berbuat itu sendiri sebagai tanda kepatuhannya kepada Allah yang menyuruh. 21
Tujuan  shalat  diantaranya  supaya  manusia  selalu  mengingat   Allah,
disamping  dengan  shalat  akan  menjauhkan  manusia  dari  perbuatan  keji  dan mungkar, seperti yang tercantum dalam Surat Al-Ankabut ayat 45 ;

Artinya :
Dan dirikanlah shalat, karena sesungguhnya shalat itu mencegah perbuat an

keji dan mungkar. (Q.S. Al-Ankabut : 45)     
Hal-hal yang mesti dilakukan menjelang dan sewaktu melakukan shalat,

yaitu ebagai berikut ;

1)    Bersih badan dari hadas kecil dan hadas besar.

2)    Bersih badan, pakaian dan tempat shalat dari najis

3)    Menghadap kiblat

4)    Shalat pada waktu yang ditentukan .

Kegiatan bimbingan sha!at yang dilaksanakan pada pesantren kilat diantaranya adalah shalat dhuha, shalat tarawih, shalat dhuhur berjamaah, shalat ashar berjamaah, shalat magrib berjamaah, sha1at qasar clan shalat jama', maksudnya adalah kegiatan shalat yang dipraktekan pada kegiatan pesantren kilat  di sekolah adalah shalat-shalat yang dimaksud tersebut di atas.
 

b.    Puasa

Puasa  adalah  ibadah  pokok  yang  ditetapkan sebagai salah satu rukun

 
Islam. Puasa, yang dalam bahasa Arab di sebut     secara arti kata bennakna menahan dan diam dalam segala bentuknya, termasuk menahan atau diam dari berbicara. Hal ini terlihat dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 26 :         


Artinya :

"Katalcanlah sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini. " (Q.S. Maryam : 26)22
Secara   terminologis    para    ulama    mengartikan    puasa    itu    dengan

"meruihan diri dari makan, minum  clan berhubungan  seksual mulai  dari terbit fajar sampai terbenam marahari dengan syarat-syarat yang ditentukan.23

Hukum  puasa  pada bulan Ramadhan  adalah  wajib  'ain. Kewajiban  puasa  ini

berdasarkan perintah Allah yang berbunyi :

Artinya :

"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan untuk orang-orang sebelum kamu; mudah-mudahan kamu dengan berpuasa menjadi manusia yang bertaqwa. " (Q.S. Al-Baqarah : 183)24
Tujuan puasa diantaranya :

I)    Mendidik umat Islam supaya menjadi manusia yang bertaqwa.

2)    Melindungi umat Islam dari perbuatan dan ucapan buruk dan tercela.

3)    Puasa mendatangkan kesehatan bagi yang berpuasa.

c. Zakat

Secara arti kata zakat yang berasal dari bahasa Arab dari akar kata zaka mengandung beberapa arti seperti membersihkan, bertumbuh clan berkah. Yang sering    terjadi    dan    banyak    ditemukan    dalam    al-Qur'an    dengan    arti
membersihkan . Umpamanya dalam surat An-Nur ayat 21 :
-A-•.     4    ,_,. s-C:· .: 0-o    ' u4==, J
Artinya :

"Dan tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakinya ; dan Allah Maha Mendengar dan Mengetahui. " (Q.S. An-Nur : 21/5
Digunakan kata zaka dengan arti "membersihkan" itu untuk ibadah pokok yang rukun Islam itu, karena memng zakat itu diantara hikmahnya adalah untuk membersihkan jiwa dan harta orang yang berzakat. Dalam tenninologi hukum (syara') zakat diartikan : "pemberian tertentu dari hrta tertentu kepada orang tertentu menurut syarat-syarat yang ditentukan." 26
Zakat adalah satu rukun yang bercorak sosial-ekonomi dari Iima rukun Islam. Dengan zakat, disamping ikrar tauhid (syahadat) dan shalat, seseorang barulah sah masuk ke dalam barisan umat Islam dan diakui keislamannya. 27
Zakat menurut istilah adalah ukuran harta tertentu yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. 28 Zakat itu ada dua macam. Pertama zakat harta atau disebut juga zakat mal dan kedua zakat diri yang dikeluarkan setiap akhir Ramadhan yang disebut juga zakat fitrah.
Hukum zakat adalah wajib 'ain dalam arti kewajiban yang ditetapkan untuk diri pribadi dan tidak mungkin dibebankan kepada orang lain, walaupun dalam pelaksanaannya dapat diwakilkan kepada orang lain.
 
Seperti Firman Allah Swt :


Artinya :
 
" Tegakkanlah shalat dan keluarkan zakat. " (QS. Al-Baqarah : 43) 29

Tujuan utama zakat adalah agar manusia lebih tinggi nilainya dari pada har sehingga ia menjadi tuannya harta bukan budaknya. Karenanya, maka kepentingan tujuan zakat terhadap si pemberi sama dengan kepentingan-n ya terhadap si penerima. 30
Disamping itu faedah zakat adalah ;

I ) Memberi bantuan orang yang lemah

2)    Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak tercela

3)    Mendidik sifat mulai dan pemurah

4)    Sebagai rasa syukur kepada Allah

5) Meningkatkan persatuan. 31

Barta yang wajib dizakatkan adalah ;

a. Binatang ternak

b.  Emas dan perak

c.    Bahan makanan pokok dan buah-buahan

d.    Benda perniagaan

e.    Harta terpendam (harta karun)32

d. Haji

Sccara arti kata, lafaz haji yang berasal dari bahasa Arab berarti "bersengaja". Dalam artian terminologis diantara rumusannya adalah menziarahi ka'bah dengan melakukan serangkaian ibadah di Masjidil Haram dan sekitarnya, baik dalam bentuk haji maupun umrah.33

Haji ialah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melakukan beberapa amalan, antara lain ; wukuf, tawaf  sa 'i dan amalan lainnya pada masa tertentu,  demi memenuhi panggilan Allah Swt dan mengharapkan ridha-Nya. 34

Hukum haji itu adalah wajib apabila mampu (baik segi materi maupun fisik), seperti firman Allah Swt :



"Mengerjakan haji ke baitu/lah adalah kewajiban manusia terhadap Allah (yaitu) terhadap orang yang sanggup melakukan perjalanan ke sana." ( Q.S. Ali Imran : 97) 35
Tujuan diwajibkannya haji adalah memenuhi panggilan Allah untuk memperingati serangkaian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim sebagai penggagas syariat Islam.36
Disamping  pokok  yang  wajib  dilaksanakan  oleh setiap manusia  ada

ibadah lain yang sifatnya sunnah, seperti berdo'a, berzikir, membaca Al-qur'an dan lain sebagainya serta yang bersifat muamalah, yaitu berhubungan dengan sesama manusia, seperti tolong menolong, bersilaturrahmi, dan lain sebagainya.
Dengan demikian berarti ruang lingkup ibadah tidak hanya shalat, zakat, puasa dan haji tetapi mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia baik yang bersifat vertikal (hubungannya dengan Allah Swt), seperti berdo' a, membaca AI-qur'an, berdzikir dan sebagainya dan bersifat  horizontal (hubungannya dengan sesama manusia), seperti bersilaturrahmi, mengucapkan salafl\, tolong menolong dan Iain sebagainya.

3.    Kompetensi dalam Pembelajaran Ibadah.

Beberapa cara untuk meningkatkan siswa dalam melaksanakan ibadah, diantaranya :

1.    Dengan menjelaskan kedudukan dan pengertian ibadah.

Dengan mengetahui kedudukan dan pengertian ibadah diharapkan siswa mem peroleh gambaran bahwa manusia diciptakan pada dasamya untuk menyembah dan beribadah kepada Allah Swt. Dan ibadah yang dilaksanakan oleh manusia manfaatnya bukan untuk Tuhan melainkan untuk manusia itu sendiri. Seseorang yang melaksanakan shalat misalnya akan memperoleh ketenangan hidup. Terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, serta hidup dalam keadaan disiplin dan sebagainya. bemikian pula seseorang yang melaksanakan ibadah puasa, manfaatnya adalah untuk manusia sendiri,
misalnya keadaan dirinya menjadi orang yang bertaqwa , sehat rohani dan jasmaninya dan sebagainya . Selanjutnya orang yang mengeluarkan zakat, manfaatnya adalah terhindar dari sifat-sifat egois, semakin berkembang harta dan kekayaannya dan sebagainya. Dengan menerangk:an hikmah dan manfaat ibadah yang demikian, maka hikmah an manfaat itu akan menjadi daya tarik
bagi siswa untuk melakukan ibadah dengan sebaik-bai knya.

2. Dengan mengajak siswa untuk me1akukan shalat berjamaah

Menanamkan ketaatan menjalan ibadah, khususnya shalat lima waktu dapat dilakukan dengan membiasakan shalat berjamaah, dengan guru sebagai imamnya. Shalat berjamaah ini sangat besar fungsinya dalam menanamkan ketaatan beribadah dari pada hanya menganjurkan saja.
 

3.   Dengan membiasakan para siswa terlibat dalam kegiatan ibadah.

Agar ibadah tidak sekedar menjadi pengetahuan, melainkan juga diamalkan, maka perlu diusahakan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk  itu dapat dilakukan serangkaian kegiatan keagamaan, misalnya dengan pesantren kilat, pengumpulan dana untuk kegiatan sosial, tablig akbar, dan sebagainya. Selain itu dapat pula diadakan kgiatan hari-hari besar keagamaan yang melibatkan para siswa.


4.  Dengan menjelaskan bahwa seluruh kegiatan manusia merupakan ibadah. 

Ibadah  dalam  pengertian  luas,  mencak.up  segala  aktivitas  manusia  dalam kehidupannya di dunia, baik yang semata-mata ibadah dalam arti khusus atau kegiatan-kegiatan    keduniaanlainya,   jika    seluruh   kegiatan    itu   dilakukan dengan niat pengabdian dan penghambaan diri serta karena patuh dan tunduk kepada Allah.
Dengan demikian dapat dikemukakan kepada para siswa, bahwa apabila kita berbicara dengan orang lain dengan menggunakan kata-kata yang sopan, jujur dan menghindarkan caci maki dan ghibah, sedangkan hal itu  kita lakukan karena mengingat dan menyadari bahwa Allah meridhai perbuatan kita, maka pembicaraan kita itu sudah merupakan ibadah.

4.    Strategi Pembelajaran lbadah.

Penggunaan strategi di dalam pembejaran ibadah tidak jauh berbeda dengan strategi pembelajaran yang dilaksanakan pada pesantren kilat, sebagai berikut ;
1.    Pendekatan pengalaman, yaitu pemberian  pengalaman  keagamaan  kepada para santri dalam rangka menanamkan nilai-nilai keagamaan, dengan pendekatan ini santri diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman keagamaan baik secara individual taupun berkelompok. Sebagai contoh santri diajak shalat dzuhur berjamaah, pada saat itu ada guru  yang  mengerjakan shalat sunnat sebelum  dan sesudah salah dzuhur tetapi  ada pula guru yang tidak mengerjakan salat sunnat sama sekali. Pengalaman ini dapat dijadikan topik bahasan bagi para santri untuk bertanya atau melakukan diskusi, dan metode pengajaran yang sangat tepat digwiakan pada kegiatan tersebut adalah metode tanya jawab atau metode diskusi.
 
2.    Pendekatan pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada sa.ntri untuk senantiasa mengamalkan ajaran agama baik secara individual maupun berkelompok dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya dengan membiasakan diri mengucapkan salam bila bertemu dengan guru, orang tua atau teman, membaca basmalah sebelum makan atau sebelum mengerjakan sesuatu. Metode pengajaran yang digunakan dalam kegiatan ini dapat dilakukan dengan metode latihan, demonstrasi atau pengalaman.
3.    Pendekatan emosiona1. yaitu usaha menggugah perasaan dan emisi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati ajaran agama.  Dengan pendekatan ini diusahakan selalu mengembangkan perasaan keagamaan santri melalui bukti-bukti kebesaran Allah serta cerita-cerita yang mengandung kebenaran dan kebesaran Allah SWf . Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tanya j awab.
Strategi yang digunakan dalam pembelajaran unsur pokok ibadah lebih menekankan pada pendekatan fungsional dan  pendekatan   pembiasaan. Pendekatan fungsional maksudnya mengfungsikan ajaran agama Islam dengan menekankan pada segi kemanfaatannya bagi siswa (peserta didik)  dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan  pendekatan  pembiasaan  maksudnya memberikan kesempatan kepada siswa agar senantiasa mengamalkan ajaran agama, khususnya yang berkaitan dengan ibadah pokok.
Dan  untuk  lebih  memantapkan  pengembangan  ketaatan  siswa  dalam beribadah    perlu   pula    diadakan    pelajaran    khusus   praktikum    ibadah,   yang dilengkapi tlengan sarana dan  prasarananya, para pembimbingnya yang menguasa1 seluk beluk ibadah, buku bimbingan praktikum ibadah, dan sebagainya.37 

C.    Peran Pesantren Kilat dalam Penghayatan Pengamalan lbadah

Sebagaimana telah dijelaskan pada sub pokok bahasan terdahulu bahwa kegiatan pesantren kilat bertujuan untuk rneningkatkan pemahaman, penghayatan dan ,pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Dengan demikian bahwa materi yang diberikan di dalam kegiatan pesantren kilat harus mengandung nilai-nilai keimanan, akhlak maupun ibadah. Karena untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan maupun pengamal an siswa terhadap ajaran agama harus terus menerus kita berikan pengetahu an terhadap nilai-nilai dimaksud serta melakukan praktek untuk membiasakan diri setiap siswa untuk menghayati dan mengamalkan ibadah yang telah ia ketahui.

Proses pengajaran yang diberikan kepada siswa 

agar mereka dapat menghayati dan mengamalkan materi yang diberikan dilakukan melalui

1.    Informasi atau penjelasan, 

ini merupakan kegiatan awaI yang perlu diberikan kepada siswa agar siswa mulai mengenal macam-macam ibadah baik yang bersifat  wajib maupun  sunnah, informasi  atau penjelasan  ini di  lakukan dengan metode ceramah.

2.    Latihan, 

setelah diberikan gambaran tentang materi-materi yang diberikan dalam kegiatan pesantren kilat. khususnya pada materi ibadah, maka perlu diberikan contoh bagaimana bacaan dan gerakan shalat yang baik dan benar dari mulai niat sampai salam, metode yang digunakan dalam latihan ini menggunakan metode demonstrasi.

3.    Pembiasaan, 

setelah siswa rnengerti dan memahami terhadap materi-materi yang telah mereka terima dalam pelaksanaan pesantren kilat langkah selanjutnya adalah dengan membiasakan siswa untuk mengerjakan apa yang telah diajarkan dengan cara melakukan tadarus bersama-sama, shalat dhuhur berjamaah, shalat jum'at dan melibatkan siswa dalam kepanitiaan zakat fitrah, agar siswa lebih menghayati terhadap tugas yang diberikan.

Disamping pola pengajaran yang diberikan kepada siswa dalam kegiatan pesantren kilat, bimbingan kepada siswa juga diperlukan agar siswa semakin tertarik dan mengerti maksud-maksud yang terkandung dalam materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk cerita atau kisah pada masa lalu.

Bimbingan yang diberikan meliputi ;

1. Nasehat, 

cara ini dapat efektif apabila disampaikan kepada siswa dalam bahasa yang lembut agar siswa merasa terayomi dan mau menerima nasehat yang diberikan oleh gurunya, dengan bahasa  dan sikap yang penuh kasih sayang didalam  memberi  nasehat  diharapkan  siswa  menjadi  sadar dan mau mengerti terhadap keinginan guru yang disampaikan melalui nasehat.

2. Teladan, 

guru tidak hanya marnpu rnernberi ceramah dan nasehat, tetapi  dia juga · harus mam pu memberi teladan yang bai k bagi para s1swanya. Keteladanan sangat dibutuhkan siswa. karena dengan tingkah laku dan keteladanan yang baik akan memberikan kesan yang  mendalam  pada  diri siswa terhadap sikap maupun contoh  keteladanan  yang  dilakukan  oleh gurunya. Kesan tersebut  akan  memberi  dampak  poitif  terhadap perkembangan jiwa anak baik dalam kebidupan sehari-hari maupun kegiatan ibadah.

3.    Disiplin, 

merupakan hal yang paling mendasar di dalam mendidik siswa, agar siswa sudah sejak dini ditanamkan berdisiplin, baik dalam belajar maupun beribadah. DisipJin  dalam  beribadah, yaitu  dengan mematuhi  segala rukun­-rukunnya sehingga ibadah yang dilakukan sesuai sunnah Nabi.     

4.    Kontrol, 

sebagai bentuk pengawasan  terhadap  kegiatan  yang  dilakukan dengan adanya kontrol diharapkan materi atau pelajaran yang telah diberikan tidak hilang begitu saja bersamaan dengan berakhimya kegiatan  pesantren kilat, namun terus berkesinambungan agar siswa menjadi  terbiasa di dalam mengamalkan ajaran agamanya baik dalam segi ibadah maupun  akhlaknya. Dan harapan yang tennaktud dalam kegiatan pesantren kilat dapat berhasil dengan baik sehingga siswa dapat mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh gurunya selama kegiatan pesantren kilat berlangsung.
 
Dengan demikian kegiatan pesantren kilat men'.ipatran' kegiatan yang dilakukan sekolah dalam upaya memantapkan pendidikan agama Islam melalui bimbingan, ceramah, pelatihan dan praktek langsung terhadap pelaksanaa n ibadah, seperti shalat lima waktu secara berjamaah, shalat Jum'at, membaca Al- qur'an, mengumpulkan dan menyalurkssan zakat fitrah serta kegiatan lainnya.

Dari kegiatan di atas diharapkan bahwa dengan adanya kegiatan pesantren kilat pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama semakin mantap dan akan menjadi modal dasar dalam membentuk pribadi- pribadi muslim yang kuat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Definisi Operasional Variabel

Variabel adalah gejala yang bervariasi yang menjadi objek penelitian .

Di dalam penelitian ini terdapat dua variable, yajtu

I . Pesantren kilat yang maksud dalam · penulisan ini adalah kegiatan bimbingan keagamaan siswa yang dilakukan pada bulan Ramadhan Minggu ke 2 dan ke 3 di SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing Jakarta Utara.         
2. Pengamalan ibadah yang dimaksud dalam penelitian adalah praktek ibadah seperti shalat, wudhu, membaca Al-Qur'an sebagai bagian dari aspek-aspek yang dibimbing dalam pesantren kilat..
B.    Tempat dan Waktu Penelitian

1.    Ternpat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kalibaru 03 Pagi Kelurahan  Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.
2. Waktµ Penelitian

Penelitian ini waktunya dilaksanakan pada bulan Ramadhan 1425 H/2004 M selama I bulan ( selama masa kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan di SDN Kalibaru  03 Pagi).
 

 



40





C.    Sumber Data

Sumber data terdiri dari primer dan data sekunder

1.    Data primer meliputi;

a.    Kegiatan pesantren  kilat, untuk  memperolah  gambaran tentang pelaksanaan pesantren kilat.
b.   Siswa    peserta    pesantren    kilat,    untuk    memperoleh    gambaran    tentang pengamalan ibadah sebagai hasil dari bimbingan pesantren kilat.
2.    Data sekunder meliputi :

a.    Guru yang memberi penjelasan tentang pelaksanaan pesantren kilat

b.   Doktunen sekolah dan pesantren kilat: 

D.  Populasi dan Sampel               
l.    Populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian. Sebagai suatu populasi, kelompok subjek ini harus memiliki ciri­ ciri atau karakteristik-karakteristik  bersama yang membedakannya dari kelompok
subjek yang lain. Ciri yang dimaksud tidak terbatas hanya sebagai ciri lokasi akan tetapi dapat terdiri dari karakteristik-karakteristik individu. Semakin sedikit karakterist ik populasi yang diindentifikasikan maka populasi akan semakin heterogen dikarenakan berbagai ciri subjek akan terdapat dalam populasi . Sebaliknya semakin banyak ciri subjek yang diisyaratkan sebagai populasi, yaitu  semakin spesifik karakteristik populasinya  maka populasi itu akan menjadi semakin homogen .
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV, V dan VI SON Kalibaru 03 Pagi yang berjumlah I 64 orang siswa.
2.Sampel adalah sebagian dari populasi. Karena ia merupakan bagian dari populasi, maka ia hams memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Apakah suatu sample merupakan representasi yang baik bagi populasinya sangat  tergantung pada sejauhmana karakteristik sample itu sama dengan karakteristik populasinya . Karena analisa penelitian didasarkan pada data sample  sedangkan  kesimpulan nanti akan diterapkan pada populasi maka sangatlah penting untuk memperoleh sample yang representatif bagi populasinya.             
Dari jumlah di atas yang merupakan sample dalam penelitian ini adalah 50 orang siswa, yang terdiri dari siswa kelas IV sebanyak 12 orang, siswa kelas V sebanyak 13 orang dan siswa kelas VI sebanyak 25 orang. Adapun  pemiliha n sample dilakukan secara acak (random sampling)


E.    Tehnik Pengambilan Data

Tehnik pengambilan data yang digunakan adalah scbagai bcrikut :

1.    Angket adalah metode pengumpulan  data atau informasi dengan menggunakan daftar   pertanyaan   yang   diajukan   kepada   responden,   yang   masing-masing pertanyaan atau pernyataan telah dipersiapkan jawaban untuk dipilih sesuai dengan keadaannya. Angket digunakan untuk mendapat garnbaran tentang manfaat dari pengetahuan dan bimbiungan praktek ibadah yang telah siswa peroleh selama rnengikuti pesantren kilat.
2.    Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dengan sistematis fenornena­ fenomena yang diteliti. Dan dapat diambil pengertian bahwa metode observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan terhadap obyek yang diteliti. Pengamatan ini cligunakan untuk mendukung dan  rnelengkapi data yang diperoleh melalui angket langsung terhadap obyek yang diteliti, seperti pelaksanaan puasa, shalat berjamaah, berdo'a dan ceramah yang dilaksanakan selama pesantren kilat berlangsung.
3.    Studi Dokumen ialah benda-benda yang dapat memberi keterangan, dapat berupa surat-surat kabar, undang-undang, potret, buku-buku pencatatan , peta, data statistik dan juga data yang berupa catatan seperti jumlah guru, jumla h siswa, jurnlah peserta pesantren kilat, program pesantren kilat, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing
4.    Wawancara sebagai upaya penulis untuk mendapatkan data dan informasi yang diperoleh dari para guru maupun kepala sekolah scbagai data pendudkung dalarn penulisan skripsi ini.

F.    Tehnik Analisis Data

Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ;

1.    Analisis kualitatif, untuk memperoleh penjelasan yang lebih bennakna atas pelaksanaan kegiatan pesantren kilat secara utuh sehingga dapat diketahui peranan pesantren kilat tersebut dalam peningkatan pengamalan ibadah siswa, sebagai berikut ;
;,.   Deskripsi dan observasi setiap kegiatan

? Menghubungkan data antar kegiatan pesantren kilat dengan perkembangan belajar siswa_
2.    Analisis kuantitatif, untuk rnengolah dan menganalisa data-data yang telah diperoleh penulis melalui angket Dalam hal ini  digunakan tehnik prosentase dengan runms P = FIN x 100.
P   = Prosentase.

 
F = Frekuensi Jawaban.
 
N = Jumlah Responden.      100 = Bilangan bulat (satuan).

BAB IV HASIL PENELITIAN

A.    Tinjauan Umum Sekolah

Sekolah Dasar Negeii (SDN) Kalibaru 03 Pagi beralamat di  Jalan Kalibaru Tim ur III/F No. 2 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing  Jakarta Utara. Sekolah Dasar ini culrnp strategis karena letaknya dilingkungan masyarakat dan dipinggir jalan yang dilalui oleh kendaraan umum.
1.    Sarana dan Prasa rana yang ada :

a   Keadaan Bangunan    :  Permanen

b.    Jumlah Ruang yang Ada

1.    Ruang Belajar    6 Ruang

2.   Ruang Kepala Sekolah    I Ruang

3.   Ruang Guru    1 Ruang

4.   Ruang Perpustakaan    1 Ruang

5.  Lapangan Olah Raga    1 Ruang

6.  Ruang Toilet    2 Ruang

7. Ruang Dinas Penjaga    1 Ruang

8.   Fasilitas Air    Sumur


2. Keadaan Guru dan Siswa SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing

Keadaan guru dan peserta didik SDN Kalibaru 03 Pagi dapat dilihat pada table di bawah ini.
Tabel 1
Keadaan Guru SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing Tabon Ajaran 2004/2005

 
Keadaan Siswa Tahon 2004/2005

No    Jenis Kelamin    Kelas    
        1    2    3    4    5    6    Jumlah
1    Laki-laki    39    24    20    25    24    39    171
2    Perempuan    41    20    21    16    22    38    158
    JumJah        ' 80    44    41    41    46    77    329
Data : SDN. Kalibaru 03 Pagi

B.    Pelaksanaan Pesantren Kilat.

Pesantren kilat yang dilaksanakan di SDN Kalibaru 03 Pagi dilaksanakan selama 6 hari (satu minggu kegiatan belajar mengajar). Pelaksanakan pesantren kilat tidak hanya diisi dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi lebih ditekankan pada kegiatan-kegiatan amaliah bulan Ramadhan, seperti shalat dhuha berjamaah, membaca Al-qur'an, berzikir, membaca do'a maupun mendengarka n ceramah-ceramah tentang penanaman akhlak kepada siswa.
Kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan tersebut dipandu  oleh beberapa orang guru secara bergiliran yang jadwal dan waktunya telah ditentukan. Metode pengajaran yang  digunakan di dalam pelaksanaan pesantren kilat yang diadakan di SDN Kalibaru 03 Pagi, berupa :
1.    Ceramah, yaitu dengan menyajikan informasi berupa cerita tentang kisah anak durhaka, sifat-sifat tercela maupun materi lain yang menyangkut akhlak sesama muslim. Dengan maksud agar siswa dapat memahami dan mengerti tentang akibat dari sikap durhaka kepada orang tua dan juga agar siswa menjauhi segala sifat-sifat tercela yang telah dijabarkan serta akibat-akibat yang timbul karena sifat tercela tersebut baik di dunia maupun akhirat.
2. Latihan, yaitu dengan cara membiasakan siswa untuk shalat dhuha, membaca al-Qur'an, berzikir, berdo'a dan shalat berjamaah. Bertujuan agar siswa membiasakan diri untuk shalat dhuha, membaca/menghafal surat-surat pendek dalam    al-Qur'an,    berzikir    dan    berdo'a    yang    sifatnya    praktis    setta membiasakan  diri untuk  shalat berjamaah, dengad\pm.bias·a;:n dan latihan ini diharapkan siswa dapat mengamalkannya  dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam pelaksanaan kegiatan pesantren kilat sengaja diciptak:an suasana yang penuh dengan kekeluargaan , dimana setiap siswa dibimbing dan dibiasakan untuk saling hargai menghargai, saling membantu, kasih mengasihi dengan sesama:eman dan juga saling menghormati kepada gurunya. Hal ini diharapkan untuk menimbulkan suasana yang penuh dengan  silaturrahmi  maupun persaudaraan diantara siswa maupun guru. Dan hal ini diciptak:an pada saat pelaksanaan buka puasa bersama.
 
C.    Analisa Data

Adapun untuk mengeta.hui sejauhmana peranan pesantren kilat dalam peningkatan pengamalan ibadah, penulis'coba sajikan melalui hasil angket yang penilis tuangkan dalam bentuk tabulasidan dilengkapi prosentase sebagai berikut :
Tabel 3
A.    pakahkamu seIalu mendo'akan kedua orang tua ?
No    Altematif  Jawaban    Frekuensi    Prosentase
I    Selalu    42    84
    Kadang-Kadang Tidak Pernah    8
-
50    16
-
100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir seluruh siswa selalu mendo'akan orang tuanya, dengan yang menjawab selalu sebanyak 42  orang (84%)  sedangkan  yang  menjawab  kadang-kadang   8  orang  (16%).  Ini  berarti
bahwa  hampir  seluruh  siswa  sudah  mengamalkan   apa  yang  diperolehnya  di sekolah.
 
Tabel 4

A.    piakab kamu seJalu berdo,a sebeIum makan ?.
 



Prosentase
 
40    80
10    20
-    -
I

Berdasarkan basil tabel di atas dapat diketahui bahwa  hampir  seluruh  siswa berdo 'a sebelum makan, yang rnenjawab selalu sebanyak 40 orang  (80%) sedangkan yang menjawab  kadang-kadang  sebanyak  10 orang (20%). Ini berarti
siswa telah mengamalkan pelajaran yang didapat di sekolah.

Tabel 5
 


Dari tabel di atas menunjukkan bahwa hmpir seluruh siswa berdo'a sebelum tidur, yang menjawab selalu sebanyak 43 orang (86%) sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 7 orang (4%). Ini menunjukkan bahwa siswa sudah mengamalkan tuntunan berdo'a yang diajarkan di sekolah.
 
Tabel 6
A,pakah kanm selaIu berdo'a setelah seIesai. shaIat wa11
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
4    Selalu    23    46
    Kadang-kadang    16    32
    Tidak Pernah    11    22
        50    100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa hanya sebagian siswa yan g berdo'a setelah rnengerjak.an shalat wajib, ini terlihat dari yang rnenjawab selalu sebanyak 23 orang (46%) dan yang menjawab kadangwkadang sebanyak 16 orang (32%). Sedangkan yang menjawab tidak pemah sebanyak 11 orang  (22%). Ini menggambarkan bahwa sebagain siswa belum mengamalkan do'a yang diajarkan
di sekolah.     
Tabel 7
A.pakah kamu seIaIu mengeq.akan shalat subuh ?
No    Altematif  Jawaban    Frekuensi    Prosentase
5    Selalu
Kadang-kadang Tidak Pernah    28
18
4    56
36
8
            .......        
        50            100
                    


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian siswa telah mengerjakan shalat subuh hanya intensitasnya yang berbeda, dimana sebanyak 28 orang (56%) menjawab selalu dan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 18 orang (36%). Sedangkan sebanyak 4 orang (8%) belum  pernah  menjelankan shalat subuh.
 

Tabel 8
A,pakah kamu selalu mengeIJ·a1can shaIat magn'b ber1.amaah ?
No    Alternatif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
6    Selalu
Kadang-kadang Tidak Pernah    37
13
-    74
26
-
        50    100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir semua siswa telah mengerjakan shalat magrib berjamaah hanya intensitasnya yang berbeda, dimana sebanyak 37 orang (74%) menjawab selalu dan yang menjawab kadang-kadan g sebanyak 13 orang (26%). Ini menunjukk.an bahwa siswa memiliki semangat untuk shalat berjamaah terutama shalat magrib.
 
Tabel 9
A akah selalu men er'akan shalat asar ?
No    Altematif Jawaban        Frekuensi    Prosentase
7    Selalu        24    48
    Kadang-kadang        15    30  .
    Tidak Pemah        11
50    22
100
                


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa telah mengerjakan shalat asar, namun intensitasnya berbeda, dimana sebanyak 24 orang (48%) selalu mengerjakan, sedangkan 15 orang (30%) kadang-kadang saja mengerjakannya. Dan yang tidak pernah mengerjakan sebanyak 11 orang (22%). Ini menunjukk:an bahwa hanya sebagian dari  responden yang ibadah shalatnya tekun  sedangkan  sebagian  lagi ada yang kadang-kadang  bahkan  ada yang tidak      pemah sama sekali, ini perlu adanya biil1bingan  yang rutin dari guru disamping perhatian dari orang tua.
Tabel lO
A  akah kam u selalu men  er'akan shalat Jum'at ?
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
8    Selalu
Kadang-kadang      ruak Pah    28

n    56

44
        50    100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir semua siswa laki- laki mengerjakan shalat jum 'at, yaitu sebanyak 28 orang (56%) menyatakan se1alu sedangkan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 22 orang (44%), karena perempuan. Dan perlu diketahui bahwa dari jumlah responden sebanyak 50 orang terdiri dari 28 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan. lni menunjukkan  bahwa  siswa  telah  mengetahui  bahwa  shalat  Jum'at  merupaka n
salah satu kewajiban bagi seorang muslim.     
Tabel 11
A,pakah kamu seIaIu menger1'akan shalat taraweh pada bulan Ramadhan ?
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
9    Selalu
Kadang-kadang Tidak Pemah    46
4
-    92
8
-
    .    50    100
-·--·-••-•'n,....,,_,_


Berdasarkan  basil tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa mengerjakan shalat taraweh  pada  bulan  Ramadhan,  ini terlihat  dari jawaban  responden  yang menjawab positif sebanyak 50 orang (100%) walaupun  ada beberapa orang yang menjalankam1ya kadang-kadang.
Tabel 12
A  akah kamu selalu be    uasa di bulan Ramadhan ?
No    Altematif Jawaban        Frekuensi    Prosentase
10    Selalu        50    100
    Kadang-kadang            
    Tidak Pemah            
            50    100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa telah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa siswa tahun kewajiban seorang muslim untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan.Responden yang menjawab selalu sebanyak 50 orang (100%).
Tabel 13
Apakah kamu selalu bersedekah bila ada seorang pengemis yang datang ke rumah kamu ?
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
11    Selalu    32    64
    Kadang-kadang    16    32
        ::--......_        2    4
    Tidak Pemah                    
            ---            
                50    100
        -            
                    

Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir semua siswa selalu bersedekah apabila ada pengemis yang minta sedekah ke rumah, ini terlihat dari jawaban responden yang menjawab se1alu sebanyak 32  orang (64%)  dan menjawab kadang-kadang sebanyak 16 orang (32%). Sedangkan yang  tidak pemah  sebanyak  2  orang  (4%).  Ini  menggambarkan  siswa  mulai  mengetahui
 
bahwa bila bersedekah akan mendapat ganjaran pahala yang besar dari Allah SWT.
Tabet 14
A.pakah kamu seIaIu membantu teman yang mendapat mus1'bah ?
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
12    Selalu    38    64
    Kadang-kadang    12    36
    Tidak Pernah    -    -
        50    100


Berdasarkan basil tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa akan selalu membantu apabila ada temannya yang terkena musibah. ini menunjukkan bahwa siswa memiliki sikap kepedulian terbadap teman yang terkena musibah . Jawaban responden yang menjawab  selalu sebanyak 38 orang (64%), sedangkan yang kadang-kadang sebanyak 12 orang (36%).
Tabel 15
A akah kamu selalu menuruti    rintah oran  tua ?
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
13    Selalu        42    84
    Kadang-kadang        8    16
    Tidak Pemah            
            50    100


Berdasarkan basil tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa selalu menuruti perintah orang tuanya. Ini menunjukkan sikap berbakti seorang anak terhadap orang tuanya. Responden yang menjawab selalu sebanyak 42 orang (84%), sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 8 orang (16%).
 
Tabel 16
Apakah kamu selalu membaca al-Qur'an atau mengaji setelah salat magrib atau di waktu yangIam.  ?
No    Altematif Jawban    Frekuensi    Prosentase
14    Selalu    38    76
    Kadang-kadang    10    20
    Tidak Pemah    2    4
        50    100


Berdasarkan basil tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa selalu membaca al- Qur'an setelah shalat magrib. Ini menunjukkan siswa telah mengamalkan ajaran agama seperti yang dianjurkan oleh guru dan orang tuanya. Responden yang menjawab selalu sebanyak 38 orang (76%), yang menjawan kadang-kadan g sebanyak IO orang (20%), sedangkan yang tidak pernah sebanyak 2 orang (4%), ini perlu adanya perhatian dari orang tua agar mendorong anaknya untuk belajar
dan untuk membaca al-Qur'an.

 
Tabel 17
A akah kamu selalu bela'ar men hafal surat-surat
 

endek dalam al-Qur'an ?
 
No    Altematif Jawaban    Frekuensi    Prosentase
15    Selalu    24    48
    Kadang-kadang    19    38
    Tidak Pernah    7    14
        50    100


Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian siswa selalu belajar menghafal al-Qur'an sebanyak 24 orang (48%), sedangkan sebagia lagi kadang-kadang belajar menghafal al-Qur'an sebanyak 19 orang (38%) dan sebanyak 7 oarang (14%) menjawab tidak pernah. Ini mengambarkan perlunya
 
ada perhatian guru dan orang tua agar terus mendorong dan membimbing anaknya untuk belajar menghafal al-qur'an terutama surat-surat pendek.


D.    lnterpretasi Data.

Berdasarkan hasil analisa data yang berupa angket yang disebar kepada siswa yang menjadi responden> maka  dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pesantren kilat yang diJaksanakan oleh SDN Kalibaru 03 Pagi sangat bermanfaat terutama  dalam   meningkatkan   pengamalan   ibadah  s1swa  baik   yang  bersifat rutinitas  maupun   ibadah   yang  dilaksanakan   pada   bulan   Ramadhan,   seperti
berdo'a, puasa, shalat tawarih dan membaca  al-Qur'an. Ini terlihat dari jawaba n siswa yang menjadi responden dimana yang selaJu berdo'a baik itu do'a sebelum makan, do'a sebelum tidur, do'a untuk orang tua maupun do'a seteJah salat wajib dari 50 orang responden hampir 100 % memberi jawaban yang positif, di dalam menjalankan ibadah puasa sebanyak 50 responden (100%) atau seluruh responden melaksanakan ibadah puasa demikian pula pada ibadah shalat, baik itu salat fardu,
salat  berjamaah     maupun  taraweh  dari  50  orang  responden  hampir   I 00  %

memberi jawaban positif dan hanya 10 % yang memberi jawaban negatif Dan sikap maupun hubungan antara teman serta kepatuhan kepada orang tua seluruh responden  100 % menurijukkan jawaban yang positif
Dengan   demikian   menunjukkan   ba_hwa   kegiatan   pesantren   kilat
mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan pengamalan ibadah siswa, dan ini perlu selalu dilaksanakan dan ditingkatkan baik dal segi kualitas
 maupun kuantitasnya, yang berarti bahwa pesantren kilat tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja tetapi pada waktu-waktu yang Iain, ·seperti waktu liburan sekolah.

BAB V PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari  uraian  di atas penulis  mencoba  menarik  beberapa  kesimpulan,  sebagai berikut :
I . Kegiatan pesantren kilat melibatkan semua unsure guru yang mengajar di SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing tidak terkecuali Kepala Sekolah ikut terlibat di dalam kegiatan pesantren kilat, baik yang berupa pengajaran maupun bimbingan. Mekanisme bimbingan dan pengajaran yang dilakukan oleh tiap­ tiap guru telah diatur jadwalnya sesuai dengan kesepakatan bersama, sehingga masing-masing guru memiliki tanggung jawab dalam mensukseskan pelaksanaan pesantren kilat.
2. Pelaksanaan kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan SDN Kalibaru 03 Pagi Cilincing sudah berjalan dengan baik dan mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan pengamalan ibadah siswa. Ini dapat terlihat dari jawaban responden terhadap angket yang diberikan hampir sebagian besar memberi jawaban positif, seperti kegiatan berdo'a baik do'a sebelum melaksanakan suatu kegiatan, do'a untuk orang tua maupun do'a setelah salat sebanyak 80 % responden memberi jawaban positif, dalam kegiatan ibadah salat fardhu terutama salat subuh dan shalat asar sebanyak 50 % responden
menjawab positif, sedangkan 30-36 % responden menjawab kadang-kadang dan 8 - 22 % menjawab tidak pernah, pada ibadah puasa I00 % siswa memberi jawaban positif. Ini berarti seluruh responden telah menjalankan ibadah puasa demikian pula hubungan antara teman,  sikap kepada  sesama serta kepatuhan kepada orang tua seluruh responden memberi jawaban positif. Dan dalam membaca Al-Qur'an setelah selesai shalat Magrih atau waktu lain
sebanyak 80 % respnden menjawab    s,itif;'·kecll,:;,: j    \Jµpalari 'hanya 50
\    .. "(::: . /.!"'-·..- -'-
% yang  menjawab  positif  sedang  sebgjari.·'rnnjmvab '=k1adang;;.kadang  dan
\..    h -_     ·, ',  ·,   .    _,_ • .·
 

tidak hafaL

B.    Saran-saran.
 
1.    Agar pelaksanaan pesantren kilat yang sudah berjalan dengan baik ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.         
2.    Peran guru dalam kegiatan ini agar lebih memberi perhatian antara lain dengan memberi bimbingan shalat, do'a sesudah shalat dan menghafal Al- Qur'an    sehingga    kualitas    pelaksanaan    pesantren    kilat    menjadi    lebih
bermanfaat.     
3.    Dalam kegiatan pesantren kilat, guru diharapkan memberi nasehat dengan melalui kisah-kisah yang menggambarkan tentang hukurnan bagi orang yang melalaikan shalat sebagai upaya penyadaran siswa serta pentingnya shalat dalam pembelajaran sehari-hari.
4.    Agar pelaksanaan pesantren kilat tidak hanya dilakukan pada bulan Ra.madhan
saja, tetapi juga  dilaksanakan  pada  liburan  akhir semester  sebagai  kegiatan pengisi liburan sekolah.

 .DAFTAR ANGKET SISWA

Petunjuk Pengisian :
1.    Bacalah pertanyaan di bawah ini dengan teliti sebelwn kamu menjawab !
2.    Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, dan c yang sesuai menurut pendapat kamu !

1.   Apakah selalu mendo'akan ked ua orang tua ?
a1 selalu
b.    kadang-kadang
c. tidak pernah
2.    Apakah kamu selalu berdo'a sebelum makan ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang
c. tidak pemah
3.    Apakah kamu selalu berdo'a sebelum tidur ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang
c.    tidak pernah
4.    Apakah kamu selalu berdo'a setelah selesai shalat wajib ?
a.    selalu
b. kadang-kadang
c. tidak pemah
5.    Apakah kamu selalu mengerjakan salat subuh ?
a.    se1alu
b.    kadang-kadang
c.    tidak pemah
 6.    Apakah kamu selalu mengerjakan salat magrib berjamaah ?
a.    selalu
b. kadang-kadang
c. tidak pemah
7.    Apakah kamu selalu mengerjakan salat asar ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang
c. tidak pemah
8.    Apakah kamu selalu mengerjakan salatjum'at
a.    selalu
b.    kadang-kadang
c.    tidak pernah
9.    Apakah kamu selalu mengerjakan salat taraweh pada bulan Ramadhan ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang     
c.    tidak pemah
10.    Apakah kamu selalu berpuasa di bulan Ramadhan ?
a.    selalu
b. kadang-kadang
c. tidak pemah
11.    Apakah  kamu selalu bersedekah  bila ada seorang pengemis  yang dating ke rumah kamu ?
a.    selalu
b. kadang-kadang
c. tidak pernah
 
 
12.    Apakah karnu selalu membantu teman yang mendapat musibah ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang
c.    tidak pernah
13.    Apakah kamu selalu menuruti perintah orang tua ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang     
c. tidak pemah
14.    Apakah  karnu  selalu  membaca  Al-qur'an  atau mengaji  setelah  salat  magrib  atau diwaktu yang lain ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang     
c.    tidak pemah
15.    Apakah kamu selalu belajar menghafal surat-surat pendek dalam Al-qur'an ?
a.    selalu
b.    kadang-kadang     
c.    tidak pernah


DAFTAR PUSTAKA


Al-Qur 'andan Terjemahannya, Jakarta ; CV. Ferlia Citra Utama, 200 I
Dep. Dikbud., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta ; PN Balai Pustaka, 1995/1996 Hasan, Ali, Drs. HM. dan Nata, Abuddin Nata, Drs. H. MA, Materi Pokok Agama Islam,
Jakarta : Bimbaga Islam dan UT, 1996/1997.

Hasan, Ali, Drs, HM dan Syafi'i, Drs. H, Pendidikan Pengamalan Jbadah, Jakarta ; Bimbaga Islam dan UT, 1977.

Mansyur, Ors. H., Strategi Be/ajar Mengajar, Jakarta ; Dirjen Bimbaga Islam dan UT,
2000.

Nata, Abuddin Nata,Drs. H, MA dan Rosyada, Dede, Materi Pokok Pendidikan Agama Islam II, Jakarta : Bimbaga Islam dan UT, 1997.

Ponidjan dkk, Agenda Ramadhan untuk Pe/ajar, Jakarta ; Fajar Group, 2003.

Poerwadarminta, WJS., Kamus  Umum Bahasa Indonesia, Jakarta    PN. Balai Pustaka, 1976, Cet. Ke-5.
Qardawi , Yusuf Qardawi, DR., Hukum Zakat, Bandung : Mizan, 1999, Cet. Ke-5. Rahim, Husni, Dr.H, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta ; Bimbaga Islam,
2001

RI, Dep. Agama, Pendidikan Agama  Islam Modul Pesantren Ki/at  untuk SD, Jakarta ; Dirjen Bimbaga Islam, 2002.

-------------------,  Petunjuk  Te/mis Penyelenggaraan  Pesantren  Ki/at  Bagi  SD,  SLTP, SMUIK, Jakarta ; Dirjen Bimbaga Islam, 1988.

-------------------,  Kendali  Mutu  Pendidikan  Agama  Islam,  Jakarta  ; Bimbaga  Islam, 2003.

-------------------.  Pedoman  Pendidikan  Agama  Bagi  Anak  Putus  Sekolah,  Jakarta Bimbaga Islam, 2003.
 
-------------------, Bimbingan Manasik Naji, Jakarta  Dirjen Bimas Islam dan Peny. Haji, 2003.

Salim, Peter, dan Salim, Yenny, Kamus Bahasa Indonesia, Kontempoter. Suwarno, Pengantar  Umum Pendidikan, Jakarta, Aksara Baru, 1982
Syarifuddin, Amir  Syarifuddin, Prof. Dr., Garis-Garis Besar  Fiqih, Jakarta  : Kencana, 2003, Cet. Ke-1.

FOOTNOTE

1 Dep. Dikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1995/1996), Ed.2, hal.
2 Dep. Agama RI, Pe11didika11 Agama Islam Modul Pesantren KUat untuk SD, (Jakarta ; Dirjen
 
Bimbaa Islam, 2002, h. 3
Ibid, h. 3
 
4 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Be/ajar Mengajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 2002), Cet. Ke-2, h. 5
5 Ibid ,
 6  Dep. Agama RI, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : Dirjen Bimbaga Islam, 2001), h. 19
 7 Dep. Agama RI., Op.Cit., h. 2
Ibid , h. 2-3
 9 Amir Syarifuddin, Garis-Garis Besar Fiqih, (Jakarta : Kencana, 2003), Cetke-1, h. 17
10 Ibid .
11 IDvl. Ali Hasan dan H. Abuddin Nata, Materi Pokok Agama Islam, (Jakarta : Bimbaga Islam
dan UT, 1996/1997), h. 264 .
 
 
12 H. Abuddin  Nata dan Dede Rosyada, Materi Pokok Pendidikan Agama Islam JI, (Jakarta : Bimbaga Islam dan UT, 1997), h.  170.
13 Ibid., h. 171
 
 
14 Amis Syarifuddin, Op.Cit, hal . 12-13
15 Amir Syarifuddin, Op.Cit., h. 20.
16  Ibid ,
17 Ibid , h. 18
18 HM. Ali Hasan dan H. Syafi'i, Pendidikan Pengamalan lhadah, (Jakarta : Dirjen Bimbaga Islam Depag dan UT, 1997), h. 55
19 Dep. Agama RI, Al-Qur 'andan Terjemahannya, (Jakarta : CV. Ferlia Citra Utama, 2001), h.
298.
20 Ibid , h. 678
21 Amir Syarifuddin, Op.Cit, h. 21.
 
22 Ibid , h . 465
23 Amir Syarifuddin, Op.Cit, h 53
24 Dep. Agama RI, Op.Cit., h. 44
25 Ibid., h. 54626 Amir Syarifuddin, Op.Cit, h. 37
27 YusuF Qardawi, Hukum Zakat, (Bandung : Mizan, 1999), Cet. Ke-5, h. 3
28 HM. Ali Hasan dan Drs. H. Syafi'i, Op.Cit, h . 149
29 Dep. Agama RI. Op.Cit., h . 16 

30 Yusuf  Qardawi Op.Cit., h. 848.
31 Ponidjan dkk, Agenda Ramadha11 11ntuk Pe/ajar, (Jakarta ; Fajar Group, 2003), h. 31
32 HM. .Ali Hasan dan Drs. H. Syafi'i, Op.Cit, h. 149-153 
33 Amir Syarifuddin, Op.Cit., h. 59
34 Dep. Agama RI, Bimbingan Mana'lik Haji, (Dirjen Bimas Islam dan Peny. Haji, 2003), h. 4
35 Dep. Agama RI, Op.Cit., h. 92
36    Amis Syarifudsdin, Op.Cit., h. 60
37 Abuddin Nata, dan Dede Rosyada, Op.Cit., h. 179.

Data Penulis

Nama: Gustiwami

Judul asal: Peranan Pesantren Kilat dalam Peningkatan Pengamalan Ibadah Siswa SDN Kalibaru 03 Pagi  Cilincing Jakarta Utara

Lembaga: Fakultas   Ilmu   Tarbiyah   dan Keguruan UIN Syarif Jakarta

Bentuk tulisan: Skripsi,  2005 M/1426 H

LihatTutupKomentar